Surya/

Berita Sidoarjo

Pembangunan Rumah Sakit Krian Tak Jelas, Pemkab - Dewan Belum Sepakat Skema Pembiayaan

Rencana pembangunan rumah sakit di Sidoarjo Barat, tepatnya di Kecamatan Krian, tak kunjung ada kejelasan.

Pembangunan Rumah Sakit Krian Tak Jelas, Pemkab - Dewan Belum Sepakat Skema Pembiayaan
surya/m taufik
Maket RSUD Krian. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Rencana pembangunan rumah sakit di Sidoarjo Barat, tepatnya di Kecamatan Krian, tak kunjung ada kejelasan. Pemkab dan DPRD Sidoarjo belum ada kata sepakat terkait skema pembiayaannya.

Beberapa waktu lalu, Pemkab Sidoarjo sudah memaparkan ke DPRD Sidoarjo terkait tiga opsi pembiayaan pembangunan rumah sakit tipe C seluas 15,6 hektar dana yang membutuhkan sekitar Rp 370 miliar tersebut.

Tiga opsi itu antara lain, pembiayaan dengan sistem KPBU (proyek kerjasama pemerintah dengan badan usaha), pendanaan melalui APBD murni, dan pembiayaan melalui pinjaman daerah.

"Dalam paparan itu, sudah kami sampaikan tiga opsi tersebut ke DPRD Sidoarjo," kata Kepala Bappeda Sidoarjo Agoes Boedi Tjahjono, Minggu (15/4/2018).

Sejak awal, Pemkab lebih condong ke KPBU dengan menggandeng PT SMI. Dengan skema itu Pemkab tidak perlu mengeluarkan anggaran sama sekali, termasuk dalam pengadaan SDM dan operasionalnya. Namun baru setelah 15 tahun, rumah sakit menjadi hak milik Pemkab sepenuhnya.

Sementara dengan skema APBD atau dana pinjaman, harus ada anggaran besar sejak awal, plus menanggung resiko bunga dan sebagainya.

Tapi keuntungannya, rumah sakit langsung menjadi milik Pemkab sendiri dan bisa langsung mengelolanya.

Usai paparan, Pemkab kemudian diminta menyampaikan kajian ilmiah terkait masing-masing opsi yang ditawarkan oleh Pemkab sebagai sumber pembiayaan tersebut.

Di sisi lain, DPRD Sidoarjo mengaku masih harus melakukan kajian bersama tim ahli untuk memutuskan opsi mana yang dipilih sebagai skema pembiayaan rumah sakit tersebut.

"Intinya nanti pertimbangannya adalah rasionalitas. Mana yang paling rasional, itu yang akan dipilih dan disetujui oleh dewan," kata Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan, Minggu (15/4/2018).

Dalam kajiannya, dewan mengaku akan melibatkan ahli. Tapi ahli dari mana, sejuah ini juga menurut Wawan, panggilan Sullamul Hadi Nurmawan, belum jelas.

"Yang jelas, kami juga membuat deadline sendiri untuk memutuskan itu. Yakni selama satu bulan terhitung setelah rapat paripurna yang bakal digelar 18 april 2018 besok," tandasnya.

Artinya, paling lama dewan bakal memutuskan skema pembiayaan mana untuk pembangunan rumah sakit di Krian pada 18 Mei mendatang. Itu jika semua berjalan sesuai rencana.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help