Surya/

Pilkada 2018

Kiai Anwar: Menjalankan Instruksi Kiai adalah Tugas Santri

tugas santri dan kaum nahdliyin pada umumnya adalah menjalankan perintah para kiai, memenangkan Gus Ipul-Puti Soekarno di Pilgub Jatim

Kiai Anwar: Menjalankan Instruksi Kiai adalah Tugas Santri
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Cagub dan Cawagub nomor urut 2, Saifullah Yusuf bersama Puti Guntur Soekarno berdiri diantara ribuan pendukungnya di Kampung Jakcloth, Jember, Minggu (15/4/2018). 

SURYA.co.id | JEMBER - Sejumlah ulama hadir pada acara kampanye akbar Pasangan Calon Gubernur nomor urut dua, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno bertajuk "Istighotsah Kubro" dengan tema "Mengetuk Pintu Langit", Minggu (15/4/2018).

Berlangsung di Lapangan Jackloth, Jember, para kiai tersebut berdoa bersama puluhan ribu jemaah yang hadir.

Di antara para ulama sepuh yang hadir adalah KHR Kholil As’ad dari Situbondo, KH Anwar Iskandar dari Kediri, KH Miftahul Akhyar dari Kota Surabaya, KH Nawawi Abdul Jalil dari Sidogiri Pasuruan, KH Moh. Hasan Mutawakil Allalahdari Genggong Probolinggo dan KH Idris Hamid dari Pasuruan.

Kiai Anwar menjelaskan, Gus Ipul adalah cicit (alm) KH Bisri Syansuri, salah seorang pendiri NU, ulama besar, mantan Rais Aam PBNU. Gus Ipul adalah santri, mantan Ketua Umum GP Ansor, dan sekarang Ketua PBNU.

Sedangkan Puti Guntur Soekarno adalah puteri Guntur Soekarno. Ia cucu Proklamator Kemerdekaan dan Presiden pertama, Bung Karno. Puti politisi PDIPerjuangan, mantan anggota DPR RI.

"Pada diri Gus Ipul-Mbak Puti, kita melihat Mbah Bisri Syansuri dan Bung Karno,” kata Kiai Anwar.

Karena itu, kata dia, tugas para santri dan kaum nahdliyin pada umumnya adalah menjalankan perintah para kiai, yakni memenangkan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno dalam Pilkada Jawa Timur, 27 Juni 2018.

"Beritahukan pada semua warga masyarakat. Ajaklah memilih Gus Ipul-Mbak Puti, nomor 2,” kataKiai Anwar.

Ulama kharismatik Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo, KHR Kholil As’ad, menguatkan pernyataan itu.

Menurutnya, ulama dan umara tidak bisa dipisah. Kiai Kholil mengibaratkan, ulama adalah antena bagi masyarakat.

Halaman
123
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help