Pilkada 2018

Ketika Puti Soekarno Sholawatan Disambut Gemuruh Angin. Pertanda Apa?

Saat Puti Guntur Soekarno menyanyikan shalawat dalam istighotsah kubro di Jember, gemuruh angin pun terdengar. Pertanda apa?

SURYA.co.id | JEMBER - Kampanye akbar bertajuk Istghatsoh Kubro pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno, dibuka dengan nyanyian sholawatan oleh Puti, Minggu (15/2/2018).

Secara mengejutkan, Puti Soekarno membuka sambutannya di acara bertema "Mengetuk Pintu Langit" ini dengan menyanyikan sholawatan berjudul Ya Nabi Salam 'Alaika.

Penampilan Puti tersebut cukup menarik, mengingat kader PDI Perjuangan ini sangat jarang menyanyikan lagu bertema religius. Utamanya, di forum resmi seperti kampanye.

Sontak penampilan cucu Presiden pertama RI, Ir Soekarno memantik perhatian ribuan massa yang hadir. Apalagi, tempat tersebut baru saja diderai rintik gerimis semakin membuat suasana hening.

Usai bernyanyi, tempat Istighotsah yang dipusatkan di lapangan Jackloth, Jember ini mendadak terdengar gemuruh angin. Puti pun menyampaikan bahwa hal itu merupakan jawaban Tuhan.

"Jam segini suasananya panas. Namun sekarang mendung. Serta ada sedikit gerimis. Semoga setiap tetesan ini menjadi barokah bagi kita semua," ujarnya.

Puti menyampaikan bahwa intruksi para kiai dan juga partainya yang pada akhirnya "menjodohkannya" dengan Gus Ipul, ia anggap sebagai sebuah kehormatan.

Untuk itulah, ia berkomitmen melaksanakan tugas tersebut dengan baik.

"Kemenangan di pilkada nanti bukan merupakan final. Kami memiliki tugas besar untuk melaksanakan perintah kiai. Yakni, mewujudkan kesejahteraan bagi Jawa Timur," urainya.

Menurutnya, membangun Jawa Timur tak bisa sendiri. Kombinasi antara kaum religius yang diwakili kiai serta kader nasionalis diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat Jawa Timur.

"Inilah yang menjadi bekal kami. Kombinasi antara saya bersama Gus Ipul, kami harapkan bisa menjawab keinginan warga Jawa Timur," tegasnya.

Hal inilah yang ia implementasikan dalam semangat "Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur" yang menjadi slogan program pembangunannya. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help