Surya/

Lifestyle

Bagus Prasetyo, Karyawan Bank yang Geluti Fashion Designer, Kesal kalau Desainnya Dikembari

Meski ketertarikannya pada dunia desain sejak lama, namun Bagus Prasetyo (37) justru menekuni bidang berbeda yaitu perbankan.

Bagus Prasetyo, Karyawan Bank yang Geluti Fashion Designer, Kesal kalau Desainnya Dikembari
surya/dely octovie
Bagus Prasetyo (tengah) bersama para model yang mengenakan koleksi busananya dalam Majaphi Travel Fair di Grand City Mal, Minggu (15/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski ketertarikannya pada dunia desain sejak lama, namun Bagus Prasetyo (37) justru menekuni bidang berbeda yaitu perbankan.

Ia baru menemukan keberanian untuk mewujudkan keinginan selama ini pada tahun 2015.

"Saya kalo suka-suka desain, belajar-belajar itu sejak tahun 2000-an. Tapi baru bikin koleksi sendiri tiga tahun terakhir ini," katanya ketika ditemui usai pameran koleksi 'Blue Revolution'-nya dalam  The 19th Majapahit Travel Fair, Grand City Mall, Surabaya, Minggu (15/4/2018).

Bagus tak memiliki latar belakang pendidikan yang berkaitan dengan desain.

Ia adalah lulusan S1 Manajemen Universitas Sunan Giri (UNSURI), Sidoarjo, yang kemudian bekerja di sebuah bank swasta.

Atas dorongan dari teman-teman dan seorang desainer Ibukota, Bagus akhirnya terjun ke dunia fashion designer khusus batik, yang mengusung label 'House of Kelambi'.

"Alhamdulillah, responnya baik. Saya beberapa kali didapuk menjadi sponsor acara. Satu di antaranya adalah Putra Nusantara Jawa Timur di tahun 2017," tutur pria asli Sidoarjo ini.

Untuk koleksinya, pria berkacamata ini memberikan beberapa ciri khas, mulai dari limitasi produksi, motif, warna, hingga harga yang memang ingin dibuat terjangkau.

Ia ingin masyarakat bisa mengenakan pakaian karyanya, tanpa harus memikirkan biaya selangit.

Karenanya, ia menjual baju-bajunya mulai harga 100-300 ribu rupiah.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help