Berita Surabaya

Punya Banyak Kampus, PP Muhammadiyah Bikin Sistem Seleksi Masuk Bersama, Mirip SBMPTN

Pendaftar yang ingin memilih kampus Muhammadiyah di luar provinsi cukup mendaftar dan mengikuti tes di daerahnya.

Punya Banyak Kampus, PP Muhammadiyah Bikin Sistem Seleksi Masuk Bersama, Mirip SBMPTN
surya/sulvi sofiana
Dua dari kanan, Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsad usai Kick Off SBMPTM-FK di Harris Hotel Surabaya, Sabtu (14/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tahun ini, seleksi bersama masuk perguruan tinggi tidak hanya dilakukan perguran tinggi negeri (PTN). Majelis Pendidikan Tinggi (Dikti) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mulai tahun ini juga meluncurkan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (SBMPTM).

Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah, Prof Lincolin Arsad, mengatakan Muhammadiyah memiliki sedikitnya 173 perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebaran PTM tersebut menjadi cukup potensial untuk dilakukan seleksi bersama yang terintegrasi.

"Dengan adanya seleksi yang terpadu, maka akan lebih memudahkan masyarakat," ungkapnya di sela Kick Off SBMPTM-FK di Harris Hotel Surabaya, Sabtu (14/4/2018).

Sebab, pendaftar yang ingin memilih kampus Muhammadiyah di luar provinsi cukup mendaftar dan mengikuti tes di daerahnya.

“Jadi kalau ada calon mahasiswa dari Irian ingin mendaftar ke Universita Muhammadyiah Malang (UMM), misalnya, tidak harus berangkat ke Malang untuk daftar dan tes. Mereka cukup daftar secara online dan mengikuti tes di daerahnya,” paparnya.

Tes tersebut menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang bobotnya telah distandarkan oleh Majelis Dikti.

“Kalau soal itu sudah terstandar, otomatis inputnya kan juga merata di kampus-kampus PTM,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) menambahkan, kampusnya mendukung penuh rencana adanya SBMPTM

"Kampus kami ditunjuk sebagai salah satu tempat untuk menggelar tes SBMPTM secara online. Ada 80 komputer yang kita siapkan untuk melakukan tes hingga empat gelombang,” imbuh Azis.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved