Surya/

Citizen Reporter

Kunjungi Tempat Ini, Toraja Memang Kaya Adat

Toraja menyimpan tradisi unik yang membuat wisatawan berdatangan. Mulai dari adat sehari-hari hingga makamnya menarik dikunjungi.

Kunjungi Tempat Ini, Toraja Memang Kaya Adat
fifin maidarina

Tana Toraja di Rantepao, Sulawesi Selatan, memiliki banyak keindahan alam yang menakjubkan. Selalu ada wisatawan berkunjung.

Salah satu tempat yang sering didatangi adalah situs purbakala Bori Parinding. Selama perjalanan ke Rantepao, hijaunya hamparan sawah dan gunung-gunung serta kerbau-kerbau mahal dimandikan dan dimanjakan menjadi pemandangan menarik.

Kerbau-kerbau yang mahal itu dapat dilihat dari warna badan dan bentuk tanduk serta besar-kecil tanduknya. Kerbau-kerbau itu oleh masyarakat Toraja dijadikan hewan kurban dalam upacara adat Rambu Solo’ (upacara kematian). Adu kerbau juga merupakan salah satu adat dalam upacara kematian di Toraja.

Jangan dilewatkan rumah adat Tongkonan yang sangat bagus. Yang juga selalu dilakukan wisatawan adalah melihat kuburan yang ada di setiap tebing-tebing batu besar.

Di Bori Parinding pengunjung dikenai tiket Rp 10 ribu per orang. Bori Parinding adalah objek wisata lama di Toraja. Menhir-menhir yang ada di sana dibuat sebagai penghormatan bagi pemuka adat atau bagi keluarga bangsawan yang meninggal.

Ada kuburan batu yang ada di bagian atas dan di sebelah kanan jalan masuk ada sebuah batu besar oval yang dilubangi sebagai tempat peletakan jenazah. Itu adalah Liang Pa’ sebuah kompleks kuburan batu.

Proses pembuatan lubang pada batu masih kental dengan unsur adat masyarakat Toraja, semisal ingin membuat siku di setiap sudut perlu mengurbankan hewan. Satu lubang pada Liang Pa’adalah milik satu keluarga besar, yang memiliki status sosial yang tinggi.

Jalan setapak menjadi jalur satu-satunya mencapai kuburan. Suasana sejuk karena di sekitarnya ada rimbun pepohonan.

Di bawah bukit kuburan ada beberapa bangunan yang tampak seperti Tongkonan. Itu adalah bangunan besar yang disebut Lakkian, tempat jenazah disemayamkan saat Rambu Solo.

Yang ada di belakang adalah Panggung Tongkonan dengan hiasan gigi kerbau sebagai tempat para tamu undangan atau tamu yang datang di Rambu Solo. Di tengah-tengahnya terkumpul batu-batu besar dan kecil yang sudah ada di sana bertahun-tahun.

Wisdana Van Massa
Ilmu Sejarah
Universitas Negeri Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help