Berita Banyuwangi

Ke Banyuwangi, Kepala BPPOM RI Nikmati Ikan Makarel ‎Kaleng, Rasanya Begini Katanya

Penny mengunjungi dan melihat langsung proses pengolahan dan pengalengan ikan, di Muncar yang merupakan salah satu sentra pengalengan ikan.

Ke Banyuwangi, Kepala BPPOM RI Nikmati Ikan Makarel ‎Kaleng, Rasanya Begini Katanya
surya/haorrahman
Proses pengalengan ikan di salah satu pabrik Muncar, Banyuwangi ‎ 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny Kusumastuti Lukito, mengunjungi Banyuwangi.

Penny mengunjungi dan melihat langsung proses pengolahan dan pengalengan ikan, di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, yang merupakan salah satu sentra pengalengan ikan.

Bahkan, Penny menikmati ikan makarel kalengan tersebut.

"Ikan makarel kaleng ini enak. Banyak mengandung protein dan kalsium yang baik untuk anak-anak. Tidak ada masalah lagi, ini aman bermutu dan bernutrisi," kata Penny, Sabtu (14/4/2018).

Menurut Penny yang datang ke Banyuwangi bersama perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Perindustrian, ikan makarel kaleng tidak ada masalah. Produknya aman dan enak untuk dikonsumsi.

"Kami yakinkan pada masyarakat, ikan makarel kaleng tidak ada masalah. Aman dan sehat untuk dikonsumsi, tidak perlu khawatir," tegasnya.

Mantan pejabat fungsional di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapennas) itu menjelaskan, temuan cacing dalam kaleng ikan makarel oleh BBPOM Surabaya beberapa waktu lalu itu, hanya terdapat di batch tertentu saja. Saat ini semua batch itu sudah ditarik dari peredaran.

"Setelah kami cek di lapangan pengolahan ikan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Hasilnya aman untuk dikonsumsi masyarakat. Tidak ada masalah, layak untuk dikonsumsi" tambahnya.

Di kunjungan BPOM sejak, Jumat (13/4/2018), melihat langsung proses pengerjaan pengalengan ikan makarel, mulai dari peoses pembersihan ikan, pemotongan kepala dan ekor ikan, sterilisasi ikan dengan suhu 100 derajat selama 15 menit, dan proses akhir ikan dalam kaleng dimasak dengan suhu 118 derajat selama sekitar dua jam disesuaikan dengan ukuran ikan.

Seluruh pekerja juga menjaga standar kebersihan, dengan wajib menggunakan masker, kaus tangan, penutup kepala, sepatu dan pakaian khusus.

"Kami sudah melihat prosesnya, dan melakukan audit secara komprehensif. Penanganan pengalengan ikan sesuai standar dan steril. Tidak ada masalah," katanya.

Penulis: Haorrahman
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help