Citizen Reporter

Ini Energi Positif Pelukan Ibu

Dekap anak dengan penuh kasih agar energi positif mengalir dari ibu. Peran ayah adalah menguatkan dan menjadi sandaran.

Ini Energi Positif Pelukan Ibu
ist

KAJIAN kemuslimahan memahami interaksi psikologi ibu dan anak digelar di kampus UIN Maulana Malik Ibrahin (Maliki) Malang, Kamis (12/4/2018). Peserta kajian adalah 20 mahasiswa pascasarjana dari berbagai program studi. Itu sebagai bekal untuk masa depan mempersiapkan diri menjadi sosok ibu yang saleh.

Dengan pemateri Galuh Andin, psikolog, dipaparkan cara menghadapi tantangan zaman modern. Perempuan harus mampu mempersiapkan dirinya sebaik-baiknya agar mampu menghadapi tantangan yang dalam kehidupan.

Untuk memahami interaksi psikologi ibu dan anak, mereka harus mampu memahami psikologi ibu, psikologi perempuan, dan psikologi laki-laki. Tidak lupa, perlu juga dipahami interaksi seorang ibu dengan anak dari dalam kandungan hingga tua kelak.

Kajian pun mampu menarik perhatian. Motivasi terbesar bagi para peserta kajian yang pada umumnya sudah mencapai usia matang dalam mengarungi bahtera rumah tangga sekalipun mereka masih duduk di bangku kuliah.

Galuh menyatakan, psikologi perempuan tidak terlepas dari sifat yang ia miliki. Salah satu otak perempuan ada yang disebut sebagai amigdala yakni, regulasi emosi yang dimiliki perempuan lebih besar dibandingkan dengan laki-laki.

Maka dari itu, dalam hal pengasuhan anak lebih didominasi ibu, karena ibulah yang akan membangun emosional anak sejak ia kecil sampai tua nanti.

Nurul Khotimah, mahasiswa kelas D Pendidikan Bahasa Arab mengaku, untuk mempersiapkan diri menjadi sosok ibu perlu untuk mendalami ilmu psikologi sehingga mampu berinteraksi baik dengan anak yang dimulai sejak dalam kandungan. Dengan begitu emosional anak akan tumbuh seiring dengan berjalannya interaksi antara ibu dan anak.

Mendidik dan mengasuh bukan hal mudah. “Anak akan memiliki cara pandang tersendiri untuk mampu berinterkasi sesama jenis dan lawan jenis sesuai dengan yang ia dapatkan dari ibu dan ayahnya dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Yuni Handayani, salah satu peserta.

Peran ibu sebagai pendidik bisa dirasakan dari pelukan ibu yang menghadirkan energi positif bagi anak. Peran ayah untuk menguatkan sebagai sandaran terhebat bagi anak. Itu yang membuat anak menjadi sosok yang tenang dan kuat.

Halida Umami
Mahasiswa Pascasarjana Magister Pendidikan Agama Islam
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help