Pilkada 2018

Angka Drop Out SD dan SMP di Sampang Tinggi, Khofifah Bertekad Tingkatkan Kualitas SDM DM di Madura

Putus sekolah di SD, SMP, ini akan membawa pengaruh ke kualitas SDM terutama ke kualitas tenaga kerja

Angka Drop Out SD dan SMP di Sampang Tinggi, Khofifah Bertekad Tingkatkan Kualitas SDM DM di Madura
SURYA Online/Fatimatuz Zahro
Calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir dalam Peringatan Isra' Mi'raj Nabimuhmmad sekaligus Haul Sesepuh PP Al Wahidiyah Gunung Perahu Tambak Omben Sampang, Sabtu (14/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memiliki tekad untuk mengurangi angka putus sekolah di Madura khususnya di Kabupaten Sampang.

Saat melakukan serangkaian safari dan sowan kiai di Madura, Jumat (14/4/2018), Khofifah mengatakan bahwa masalah yang harus segera diselesaikan adalah masalah putus sekolah.

"Saya pernah menjadi Menteri Sosial, relatif bisa mendeteksi kebutuhannya di Sampang. Di Sampang ini angka putus sekolah sudah harus diturunkan," tegas Khofifah.

Putus sekolah di SD, SMP, ini akan membawa pengaruh ke kualitas SDM terutama ke kualitas tenaga kerja. Jika hanya lulusan SD dan SMP maka mereka akan menjadi unskilled labor atau tenaga kerja tidak berketerampilan. Dan mereka akan berujung dengan bergelut bekerja di sektor informal.

"Bekerja di sektor informal kesejahterannya tidak kontinyu. Sustainibilitynya tidak stabil, mulai dari kesejahteraan, kesehatan maupun dari segi jaminan hari tua," tegasnya.

Lebih lanjut jika sudah lulus SD dan SMP mereka paling tidak akan mendapatkan keterampilan. Yang bisa mengantarkan mereka untuk mendapatkan pekerjaan di sektor formal. Untuk terus menekan angka putus sekolah dan memberikan bekal keterampilan pada jenjang SD SMP.

Tidak hanya itu, dalam penyiapan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin di sampang dan secara umum Madura dan Jawa Timur, Khofifah dan pasangannya Emil Elestianto Dardak sudah menyiapkan format.

Untuk stratifikasi masyarakat dengan ekonomi terendah, dikatakan Khofifah akan diberikan social protection. Yang salah satu bentunya adalah dengan penyaluran PKH Plus.

"Kemudian untuk yang ada di tingkat di atas terbawah, mereka membutuhkan pemberdayaan," kata Khofifah.

Pemberdayaan ini adalah bentuk sokongan agar mereka mendapatkan program pemberdayaan agar bisa menuju kemandirian secara ekonomi.

Menurut wanita yang juga mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini, pemerintaj pusat memiliki program kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga tujuh persen per tahun untuk bisa menghidupkan usaha kecil.

"Nah lalu yang sudah ada di atas mereka bisa diberikan stimulan," pungkas Khofifah.

Selama di Madura hari ini, Khofifah memiliki sejumlah agenda. Mulai menghadiri rapat koordinasi antar partai pengusung, ziarah ke Batu Ampar, dan juga sowan ke sejumlah kiai.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help