Bidik Kaum Milenial Untuk Tumbuhkan Bisnis Cetak Foto

Bisnis cetak foto diprediksi masih akan tumbuh. Apalagi pasar milenial yang bergerak di sektor industri kreatif terus berkembang

SURABAYA, SURYA - Bisnis cetak foto diprediksi masih akan tumbuh. Apalagi pasar milenial yang bergerak di sektor industri kreatif terus berkembang dan tidak sedikit yang menggunakan produk cetak foto. 

"Kami masih melihat peluang yang besar di kaum milenial ini dalam memanfaatkan produk cetak foto. Sehingga kami menguatkan produk terkait cetak foto ini dengan berbagai produk mesin, kertas, tinta hingga instamax," jelas Josef Kuntjoro, General Manager Photo Imaging Division PT Fujifilm Indonssia, disela kegiatan Fuji Film Fair 2018 di Surabaya, Jumat (13/4/2018).

Perusahaan yang induknya di Jepang itu, untuk wilayah Indonesia menargetkan pertumbuhan hingga 50 persen dalam 3 tahun melalui lini pencitraan digital (digital imaging) yang mencakup mesin pencetak foto, kertas foto, dan kamera Instax. Presiden Direktur PT Fujifilm Indonesia, Noriyuki Kawakubo menyatakan, bisnis pencitraan foto atau photo imaging masih punya peluang yang besar meskipun tren digital terus naik. Dan ini merupakan target jangka menengah Fuji di Indonesia sejak 2016 dan diharapkan tercapai pada tahun depan.

“Sampai saat ini, photo imaging masih merupakan salah satu lini bisnis yang memegang peranan penting di Fujifilm. Kami senantiasa melakukan riset dan pengembangan terhadap produk kami serta selalu beradaptasi dengan tren perkembangan teknologi yang ada,” kata Kawakubo saat presentasi.

Salah satu strategi Fujifilm untuk mencapai target pertumbuhannya, menurut Kawakubo ialah dengan menggenjot penjualan kamera instan hybrid yakni seri Instax Square. Kamera ini dapat menghasilkan gambar digital sekaligus gambar cetak instan.

Lebih lanjut Kawakubo menyebut untuk kamera Instax, Fujifilm masih satu-satunya pemain yang ada di pasar domestik. Adanya peningkatan penggunaan Instax juga berimbas pada kenaikan permintaan kertas foto yang signifikan. Dia mengklaim saat ini Fuji menguasai hingga 80% dari pasar cetak foto termasuk mesin cetak dan kertas foto.

“Fujifilm menguatkan dominasinya dengan meluncurkan mesin cetak foto instan mini dari seri Instax,” lanjutnya.
Josef menambahkan, untuk bisnis cetak saat ini menurutnya sudah reborn. "Cetakan telah mencapai titik terendahnya dan saat ini cetakan sudah mulai naik kembali," jelas Josef.

Dilihat dari penjualan paper atau kertas dari tahun ke tahun yang naik, kenaikan yang signifikan mencapai 2 digit. Sehingga pihaknya mempunyai target mencapai puluhan juta. Menurutnya, kenaikan tersebut merupakan refleksi dari keadaan pasar.

Sementara terkait Fujifilm Fair 2018 bertujuan untuk mengedukasi audiens mengenai hasil observasi Fujifilm bahwa animo bisnis cetak foto yang sampai kini masih dilirik oleh banyak kalangan, memberikan insight mengenai strategi bisnis toko foto.

Fujifilm akan menggalakkan bisnis cetak foto lainnya lewat Wonder Photo Shop (WPS). Anak perusahaan Fujifilm Holdings ini bekerja sama dengan mall untuk membuat gerai cetak foto digital tersebut.

“Tahun ini kami akan buka gerai kedua di Central Park, sebelumnya sudah ada di Mall Kota Kasablanka,” tandas Josef.(rie/Sri Handi lestari)

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help