Berita Tulungagung

Lahan Tak Sesuai Standar Kemendikbud, Pendirian SMK Kelautan di Besuki Tulungagung Buyar

Padahal jika lahan itu sudah disetujui, pembangunan SMK Kelautan ini langsung dilaksanakan.

Lahan Tak Sesuai Standar Kemendikbud, Pendirian SMK Kelautan di Besuki Tulungagung Buyar
surya/david yohanes
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Tulungagung, Solikin. 

SURYA.co.id | TULULNGAGUNG - Rencana pendirian SMK Kelautan di Kabupaten Tulungagung nyaris gagal karena kendala keterbatasan lahan. Rencana pendirian di Kecamatan Besuki pun ditinjau ulang dan dipindah ke Kecamatan Kalidawir.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Tulungaung, Solikin, mengatakan lahan yang diajukan sebelumnya di bekas kantor Kecamatan Besuki. Luasnya kurang dari satu hektar.

“Namun ternyata Kementerian Pendidikan minta lahannya minimal 1,5 hektar. Akhirnya dibatalkan,” ungkap Solikin.

Padahal jika lahan itu sudah disetujui, pembangunan SMK Kelautan ini langsung dilaksanakan. Solikin pun harus mencari alternatif lahan lainnya.

Pilihannya ada di Kecamatan Kalidawir. Kalidawir dinilai strategis, karena bisa dijangkau dari berbagai wilayah.

Harapannya selain dari Kalidawir, sekolah ini bisa menampung siswa dari Kecamatan Tanggunggunung, Pucanglaban, Ngunut, Rejotangan bahkan Blitar selatan. Setelah Ujian Nasional Solikin berencana melakukan survei.

“Nanti kalau lahan sudah oke, kami akan mengajukan ulang. Tanda tangan saya, tanda tangan bupati, Kepala DIndik (provinsi), gubernur, baru diajukan ke Kementerian Pendidikan,” terang Solikin.

Jika disetujui, nantinya praktikum akan dipusatkan di Pantai Sine. Solikin berencana menjalin kerja sama dengan Kementerian Kelautan, agar didirikan bengkel kapal di Pantai Sine. Keberadaan SMK ini sekaligus untuk pengembangan Pantai Sine.

Rencana pendirian sekolah baru ini mencapai Rp 2 miliar. Jumlah ini masih belum terhitung perlengkapan di dalamnya. Namun jika akhirnya rencana ini gagal, Solikin akan menambahkan jurusan keluatan di SMKN 1 Tulungagung.

“Alternatif terakhir, kita tambahkan jurusan di SMKN 1 Tulungagung. Memang sebenarnya kurang efektif,” pungkas Solikin.

Camat Kalidawir, Hari Prastijo mengatakan, ada lahan luas di wilayah Desa Banyuurip. Lokasinya agak di pegunungan, namun berada di persimpangan Kecamatan Kalidawir, Pucanglaban dan Kecamatan Tanggunggunung. Lahan tersebut adalah milik Pemkab Tulungagung.

“Saya tawarkan lahan itu, karena posisinya sangat strategis. Saya yakin akan berkembang di sana, tinggal bagaimana nanti hasil surveinya,” imbuh Hari Prartijo.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help