Berita Ekonomi Bisnis

10 Ponpes Siap Jadi Percontohan Program Pesantreprenuer, Ngaji Bisnis bersama HIPMI Jatim

Program penguatan ekonomi rakyat berbasis pesantren atau pesantrenprenuer mulai digarap HIPMI Jatim.

10 Ponpes Siap Jadi Percontohan Program Pesantreprenuer, Ngaji Bisnis bersama HIPMI Jatim
surya/sugiharto
Ketua Umum HIPMI Jatim Mufti Anam (tiga dari kiri) memaparkan program HIPMI Pesantren Enterpreneur di Surabaya, Kamis (12/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Program penguatan ekonomi rakyat berbasis pesantren atau pesantrenprenuer mulai digarap oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) BPD Jawa Timur.

Program ini merupakan salah satu program yang menjadi agenda kepengurusan Ketua Umum BPD HIPMI Jatim, Mufti Aimah Nurul Anam.

Ketua Dewan Kehormatan HIPMI Jatim Muhammad Ali Affandi, mengatakan ekonomi rakyat berbasis pesantren atau yang biasa disebut ”Pesantrenpreneur”.

"Program yang diinisiasi HIPMI Jatim ini untuk tahap awal bakal dilaksanakan di sepuluh pondok pesantren (ponpes) yang menjadi proyek percontohan (pilot project)," jelasnya dalam jumpa pers di Satu Atap Co-Working Space Surabaya, Kamis (12/4/2018).

Di sepuluh ponpes tersebut akan dibuka Ummat Mart, sebuah gerai yang memasarkan produk-produk yang dihasilkan para santri, UMKM di sekitar pesantren, maupun produk umum dari perusahaan.

Saat ini, tim sedang mengebut persiapan di sepuluh ponpes yang tersebar di sejumlah daerah, mulai Pasuruan, Malang, Banyuwangi, hingga Probolinggo.

“Peluncuran program ini bakal dipusatkan di Ponpes Bayt Al-Hikmah Pasuruan pada Mei mendatang,” tambah Ali Affandi.

Ketua Umum BPD HIPMI Jatim Mufti Anam menambahkan, program ini terselenggara berkat kolaborasi HIPMI, Kementerian Perdagangan, dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

"Kolaborasi tersebut menghasilkan sejumlah program kerja untuk ekonomi pesantren," kata Mufti.

Pertama, penumbuhan kewirausahaan santri. Tim bakal menggelar pelatihan-pelatihan kewirausahaan secara berkala di pesantren.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help