Citizen Reporter

Ini yang Dilakukan agar Doa Terkabul

Berdoalah dengan penuh keyakinan dan jangan lupa berusaha sekuat tenaga. Jika sudah seperti itu dan belum dikabulkan, bagaimana?

Ini yang Dilakukan agar Doa Terkabul
ist

Gedung Graha Stikes Bina Sehat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Mojokerto menjadi istimewa dengan kedatangan 1.500 peserta yang mengikuti pengajian akbar, Senin (2/4/2018).

Acara bertema Meningkatkan Iman dan Taqwa demi Terwujudnya Generasi Muda yang Berkarakter dan Berakhlakul Karimah itu menjadi penyegar mahasiswa sekolah tinggi ilmu kesehatan.

Acara itu juga dimeriahkan Grup Salawat Mahabbatain, yang sangat kompak menyanyikan salawat dengan iringan musik yang energik. Sontak semua peserta pun ikut bersalawat.

M Sajidin, Ketua Stikes Bina Sehat PPNI Mojokerto mengatakan, acara itu digelar untuk mengaplikasikan misi untuk menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia atau berkarakter baik.

Itu dikuatkan Kiai Syukron Djazilan selaku penceramah. Ia mengatakan, manusia adalah makhluk yang lemah. Oleh karena itu, ia harus senantiasa berdoa pada Allah untuk memohon dengan penuh keyakinan dan jangan lupa berusaha sekuat tenaga.

Mahasiswa kemudian ada yang tertarik. “Mengapa tak jarang orang sudah berdoa, tetapi tak kunjung dikabulkan?” tanyanya.

Kiai Syukron menjawab, tak ada kesulitan bagi Allah untuk mengabulkan doa. Akan tetapi, doa yang belum dikabulkan akan membuat manusia menggunakan akal pikirannya dan mau berusaha keras.

“Kita harus berproses, sama seperti pohon yang tumbuh tidak langsung besar melainkan bertahap,” tuturnya.

Mahasiswa lain kemudian menyusul bertanya masalah salat. “Bagaimanakah cara kita menjaga salat, karena biasanya meski sudah azan, karena diburu tugas kita masih memilih tugas daripada mendatangi azan?” tanya mahasiswa.

Dengan lugas, pertanyaan itu dijawab. Azan adalah panggilan Allah. Kalau mahasiswa dipanggil dosen saja menghadap tepat waktu, apalagi yang memanggil yang menciptakan manusia.

Yang paling menarik, adalah mahasiswa yang bertanya masalah ikhlas. Ia menuturkan kalau setelah memasukkan amal di masjid, ketika pulang ke kos-kosan uang yang sudah diamalkan sering terbayang-bayang.

“Ikhlas itu letaknya di dalam hati. Untuk dapat ikhlas, kita harus latihan terus menerus. Tidak masalah jika masih terbayang-bayang yang penting terus saja beramal. Jangan pernah berhenti apalagi tidak sama sekali,” jawabnya disusul tawa peserta.

Baik ceramah, dialog, cerita, perumpamaan, dan keteladanan adalah cara-cara aplikatif yang sudah diterapkan kepada mahasiswa secara langsung. Semua cara itu saling melengkapi.

Moh Zainudin
Staf Pengajar di Stikes Bina Sehat PPNI Mojokerto

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved