Citizen Reporter

Hidroponik Sederhana Gunakan Saja Paralon

Tidak memiliki halaman bukan berarti tidak bisa menanam. Gunakan wadah yang ada. Paralon, gelas air mineral, atau botol plastik bisa dipakai.

Hidroponik Sederhana Gunakan Saja Paralon
ist

Jika tidak memiliki lahan cukup untuk bercocok tanam, gunakan saja paralon. Itu yang diajarkan Dinas Pertanian Lumajang ketika acara Lumajang Mencari Durian 2018, Sabtu dan Minggu (7-8/4/2018).

Pelatihan hidroponik dan teknik okulasi menjadi bagian dari acara itu. Sasaran kegiatan itu adalah masyarakat yang datang untuk bazaar durian. Peserta yang ikut beragam, mulai siswa hingga orang dewasa. Pengumuman yang dibuat panitia pun unik.

“Diajari carane nandur buah-buahan ndhik paralon!” teriak panitia dari salah satu stan.

Kegiatan pertama diisi materi hidroponik dan teknik okulasi. Ilya Desy Safitri dan Ramatulloh dari Petugas Penyuluh Lapangan Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang menyampaikan materi singkat sebagai pengantar sebelum para peserta melihat praktiknya.

Dari beberapa model hidroponik yang diperkenalkan seperti sistem sumbu (wick), sistem irigasi (fertigasi) drip system, dan lainnya. Namun, sistem NFT-lah yang dijadikan model praktik.

Sekitar 50 peserta menyimak tahapan berhidroponik. Itu dimulai dari persiapan alat dan bahan untuk persemaian yaitu tusuk gigi, baki, pisau tajam, kresek hitam, net pot/gelas air mineral bekas, rockwool, flannel, benih, air, dan nutrisi AB mix.

Beberapa catatan untuk alat dan bahan, pisau atau gunting yang digunakan harus steril dan kalau bisa menggunakan alkohol. Kresek hitam fungsinya untuk merangsang tunas/pecah biji, flannel untuk kapilaritas air ke tanaman.

Jika tidak memiliki rockwool bisa diganti dengan arang sekam dicampur fermentasi kotoran kambing. Tahapan selanjutnya yaitu menyemai benih dalam rockwool. Selanjutnya, tanaman diberi nutrisi AB mix pada air ber-PH netral.

Yang terakhir yakni proses pindah tanam. Selama 35-45 hari tanaman terus dipantau dan diberi nutrisi dalam pipa instalasi hingga akhirnya bisa dipanen.

Untuk praktik teknik okulasi, narasumber mencontohkan teknik okulasi, sambung pucuk, sisip atas, sisip samping, kaki tiga, dan beberapa teknik lain dalam menggabung batang tanaman. Dalam praktik itu, tanaman yang digunakan adalah tanaman durian sesuai dengan tema kegiatan.

Pada Lumajang Mencari Durian 2018 itu panitia telah menemukan durian Kembang dari Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang yang usianya diperkirakan sekitar 25 tahun. Namun, panitia menjelaskan masih akan dilakukan penelitian lebih lanjut apakah durian itu merupakan durian lokal asli Lumajang.

Almira Sifak Fauziah Narariya
Mahasiswa Jurusan Fisika
Universitas Negeri Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved