Persona

Deborah Krisnensia Candra, Ingin Ubah Stigma Negatif Permainan Billiard

Stigma negatif yang dilekatkan pada permainan Billiard tak memupuskan harapan mahasiswi ini untuk mempelajarinya.

Deborah Krisnensia Candra, Ingin Ubah Stigma Negatif Permainan Billiard
ist/humas pemprov jatim
Deborah Krisnensia Candra 

SURYA.co.id | SURABAYA – Stigma negative yang kerap muncul dari permainan Billiard tak memupuskan harapan Deborah Krisnensia Candra (19) untuk mempelajarinya.

Mahasiswi jurusan Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya ini memilih menekuni Billiard melalui Unit Kegiatan Mahasiswa dan berbagai turnamen.

“Sekarang saya jadi bendahara di UKM ITS Billiard, saya juga anggota sie humas untuk turnamen Billiard akhir bulan ini,” urai gadis kelahiran Surabaya, 15 Oktober 1998 ini.

Putri pasangan Chandra Lukianto dan Sumik Andry ini mengungkapkan, di UKM tempatnya bergabung, anggota perempuan tergolong sedikit karena stigma negatif permainan Billiard yang tak jauh dari dunia malam. Untuk itu, mereka yang bergabung di UKM berusaha menghapus stigma tersebut.

“Sebagian besar anggota aktif di UKM yang cewek berhijab, kalau ke tempat billiard ya tetep berhijab. Kami juga agendakan kegiatan sosial, seperti charity ke panti asuhan. Dijaga sikapnya kalau ke tempat-tempat Billiard, karena kami bawa nama kampus juga,” ujar sulung dua bersaudara ini.

Selain itu, permainan Billiard baginya bukan sekedar main-main. Karena permainan Billiard ini bisa juga dilakukan untuk berkompetisi.

“Saya baru nyoba turnamen internal, karena skill saya belum nyampai. Padahal papa sama mama ku jago banget, nggak bisa nurun ke anaknya,” candanya.

Keikutsertaannya pada UKM Billiard juga telah mendapat dukungan dari kedua orang tuanya. Bahkan ia disarankan mengambil UKM tersebut saat diwajibkan mengikuti UKM di kampusnya.

“Nah kan mahasiswa baru wajib ikut minimal satu UKM, aku bingung UKM apa yang nggak berat, nggak mikir, keren, tapi tetep belajar,” urainya.

Iapun rutin latihan setiap hari Sabtu mulai pukul 10.00 sampai 14.00 di Strike Pool and Cafe Dharmahusada. Sebab, pihak kampus belum menyediakan meja Billiard di UKM nya.

“Kalo baru awal-awal posisi struk tangannya kudu pas, sama kan itu bungkuk gitu yaa jadi susah,”keluhnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved