Berita Pasuruan

Razia, Polsek Prigen Pasuruan Amankan Tujuh PSK, Ini Alasan Mereka Terjun ke Dunia Prostitusi

"Semua perempuan yang kami amankan itu berstatus janda. Mereka terbebani untuk membesarkan anak-anaknya," kata Kapolsek Prigen.

Razia, Polsek Prigen Pasuruan Amankan Tujuh PSK, Ini Alasan Mereka Terjun ke Dunia Prostitusi
surya/galih lintartika
Polisi Polsek Prigen, Kabupaten Pasuruan, razia PSK di kawasan Prigen. Polisi ciduk 7 PSK, Selasa (10/4/2018) 

SURYA.co.id | PASURUAN - Tidak hanya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan yang meminimalisir pelacuran, Korps Bhayangkara juga ikut andil dalam hal ini.

Polsek Prigen mengamankan tujuh perempuan yang diduga bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Wisata Tretes, Prigen, Selasa (10/4/2018) dinihari.

Tujuh perempuan yang diamankan ini berasal dari beberapa daerah yang berbeda. Ada yang berasal dari Blora, Malang, Solo, dan Bandung.

Mereka diamankan di villa yang berbeda. Ketujuh perempuan ini diamankan saat menunggu pelanggan.

Kapolsek Prigen, AKP Baktiono Hendrianto, mengatakan penangkapan tujuh perempuan yang diduga kuat bekerja sebagai PSK ini berdasarkan Pasal 14 Huruf A Perda No 3/2017 tentang Penanggulangan Pelacuran.

"Kami sudah berikan imbauan, namun mereka tetap tidak mendengarkan. Maka dari itu, kami tindak tegas mereka," katanya saat dihubungi Surya.

Baktiono menjelaskan dari hasil pemeriksaan, ketujuh perempuan ini mengaku memang tidak mendengarkan peringatan itu. Mereka tetap menjajakan diri dengan dalih kepepet kebutuhan ekonomi.

"Alasan mereka sama. Karena mereka ingin mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga mereka , terutama persoalan membiaya kebutuhan anak mereka di desa," urainya.

Dijelaskan, mereka mengaku rela merantau demi sesuap nasi. Mayoritas dari mereka sudah frustasi karena di desa, kebutuhan ekonomi semakin mendesak, sedangkan mereka tidak memiliki penghasilan tetap.

"Semua perempuan yang kami amankan itu berstatus janda. Mereka sudah cerai dengan suaminya dan terbebani untuk membesarkan anak-anaknya. Makanya mereka rela melakukan itu demi uang," ungkapnya.

Menurut Baktiono, dari ketujuh orang ini, mayoritas sudah memiliki satu anak. Bahkan, ada dua orang yang sudah memiliki tiga anak. Dijelaskannya, tujuh orang ini sudah diserahkan ke pihak yang berwenang yakni Dinas Sosial (Dinsos).

Sebelumnya, kata dia, mereka wajib mengikuti sidang tipiring. Mereka akan disidangkan dan diberi hukuman , dalam bentuk denda atau pun dalam bentuk kurungan.

"Setelah itu, kami rekomendasikan untuk dipulangkan melalui DInsos. Sebelum dipulangkan, mereka akan diberikan pelatihan terlebih dahulu di DInsos dalam bentuk keterampilan, bisa menjahit, atau kegiatan lainnya," tuturnya.

Ia melanjutkan, setelah ini, pihaknya akan rutin melakukan razia rumah-rumah atau villa di Prigen yang diduga kuat menjadi tempat penyedia prostitusi atau PSK.

"Kami akan terus menegakkan hukum. Kami juga akan melakukan sosialisasi ke para pemilik villa atau rumah di sini untuk tidak menyediakan jasa menyediakan wanita penghibur," tutupnya. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help