Berita Sidoarjo

Pencuri Kambuhan di Sidoarjo Selalu Pura-pura Jadi Sopir Pribadi, Sukses Bawa Kabur Ratusan Juta

Pria di Sidoarjo ini sudah langganan keluar masuk penjara karena pencurian. Modusnya pun sama, jadi sopir pribadi lebih dulu.

SURYA.co.id | SIDOARJO - Keluar masuk penjara tak membuat Kusmaidin alias Kentang jera. Pria 41 tahun asal Desa Gemurung, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo ini tetap menjalankan aktivitas haramnya sebagai pencuri. 

Modusnya pun tak pernah ganti. Yakni mendaftar sebagai sopir pribadi, kemudian mencari celah untuk menggasak harta majikannya, lalu kabur setelah dapat curian.

Tahun 2013 dia mencuri laptop setelah menjadi sopir pribadi di sebuah perusahaan di Surabaya. Tertangkap polisi, dan dihukum enam bulan penjara.

Setelah bebas, dia kembali mengulangi perbuatannya dengan cara yang sama. Sampai tahun 2017 lalu, Kentang tertangkap lagi oleh petugas Polrestabes Surabaya setelah ketahuan mencuri uang Rp 23 juta milik majikannya.

"Yang kedua itu dihukum tiga bulan penjara," jawab Kentang saat di Polresta Sidoarjo.

Dan sekarang, dia giliran harus merasakan pengapnya sel penjara Polresta Sidoarjo. Kasusnya sama, menggondol harta majikannya dengan modus serupa, menjadi sopir pribadi.

Pencurian terakhir dilakukan Kentang saat menjadi sopir pribadi seorang pengusaha bernama Hary Widodo (42), asal Mojolangu, Malang.

Kentang mengaku sudah lima bulan bekerja kepada Hery. Sampai 9 Februari lalu, saat dirinya mengantarkan bosnya tersebut mengunjungi Lapas Kelas IIA Sidoarjo.

Melihat majikannya masuk ke Lapas dan meninggalkan tas di jok depan samping kemudi mobil Fortunernya yang terparkir di halaman Lapas, Kentang langsung menggeledah tas tersebut.

Begitu tahu di dalamnya berisi uang, diapun menggasaknya. Tas berisi uang 10.000 dolar Amerika itu diambil dan dia kabur. Sama seperti aksi sebelumnya.

Uang dolar tersebut kemudian ditukarkan rupiah. Dapat sekitar Rp 135 juta.

"Rp 90 juta saya pakai untuk bayar hutang, kemudian saya pakai beli sepeda motor Jupiter W 4633 XX, dan sisanya akan saya kasihkan untuk adik-adik saya," aku Kentang.

Tapi belum sempat menghabiskan uang hasil kejahatannya, dia keburu dicokok polisi di tempat persembunyiannya di Krian, Sidoarjo.

"Dalam penangkapan ini, petugas juga menyita sepeda motor yang dibeli dari hasil kejahatan, serta menyita uang Rp 20 juta yang belum sempat dibelanjakan oleh pelaku," ungkap Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris.

Dalam pemeriksaan, menurut Harris, pelaku menghabiskan Rp 90 juta hasil kejahatannya untuk bayar hutang. Ini karena dia doyan berjudi, dan punya banyak tanggungan karena sering kalah.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help