Mengenal Bayi Stunting yang Menjadi Pedebatan Sengit antara Puti Guntur Soekarno dan Emil

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama

Mengenal Bayi Stunting yang Menjadi Pedebatan Sengit antara Puti Guntur Soekarno dan Emil
Kompas.com
Bayi Margaretha Amfotis (8 Bulan), hanya memiliki berat badan 4 kilogram saja sehingga oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, Margaretha masuk kategori bayi stunting. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.

Bayi stunting menjadi tema perdebatan sengit dalam debat calon gubernur dan wakil gubernur Jatim yakni antara pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Saifulah Yusuf-Puti Guntur Soekarnoputri.

Puti menyatakan wilayah Kabupaten Trenggalek yang dipimpin Emil Dardak masih banyak bayi stunting.

Emil sendiri menegakan bahwa bayi stunting di wilayahnya sudah jauh menurun dibanding sebelumnya.

Mungkin tidak semua orang akrab dengan istilah stunting. Padahal, menurut Badan Kesehatan Dunia, Indonesia ada di urutan kelima jumlah anak dengan kondisi stunting.

Menurut UNICEF, stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO.

Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk.

Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi.

Penyebab Stunting

Situs Adoption Nutrition menyebutkan, stunting berkembang dalam jangka panjang karena kombinasi dari beberapa atau semua faktor-faktor berikut:

Halaman
1234
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help