Berita Sidoarjo

Ketegangan Warnai Proses Eksekusi Gudang Perusahaan Ekspedisi di Sidoarjo

Meski sempat dapat perlawanan, juru sita Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo akhirnya berhasil melakukan eksekusi terhadap sebuah gudang

Ketegangan Warnai Proses Eksekusi Gudang Perusahaan Ekspedisi di Sidoarjo
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Polisi terlihat menjaga ketat proses eksekusi gudang di pergudangan Meiko Abadi Sidoarjo, Selasa (10/4/2018) 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Meski sempat menghadapi penolakan, juru sita Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo akhirnya berhasil melakukan eksekusi terhadap sebuah gudang di kompleks pergudangan Meiko Abadi di Jalan Raya Ketajen, Sidoarjo, Selasa (10/4/2018).

Dengan pengamanan ketat dari petugas kepolisian, juru sita PN Sidoarjo dibantu sejumlah pekerja mengeluarkan sejumlah barang dalam eksekusi terhadap gudang di blok C nomor 30, kompleks pergudangan di Desa Wedi, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo tersebut.

Menurut Moch Saiful, juru sita PN Sidoarjo, eksekusi terhadap gudang seluas 394 meter persegi ini berdasar penetapan Ketua PN Sidoarjo bernomor 15/eks/2017/PN Sidoarjo tertanggal 12 Maret 2018.

Isinya tentang perintah pelaksanaan eksekusi pengosongan dalam perkara perdata antara penggugat Anna Tuning Sitanggang melawan termohon Tumpal Sitanggang.

Pihak termohon sempat berusaha menghalangi eksekusi. "Banyak kejanggalan dalam upaya eksekusi ini," kata Bambang, kuasa hukum termohon.

Meski sempat terjadi adu argumen dan terjadi ketegangan selama beberapa puluh menit, ekseskusi pun akhirnya dilakukan. Semua barang dari gudang itu dikeluarkan oleh petugas eksekusi.

Anna Tuning Sitanggang, Komisaris PT Hati Mutiara selaku pemohon dalam perkara ini mengaku lega melihat gudang perusahaan ekspedisi miliknya berhasil dikuasai kembali.

"Termohon itu dulunya kepala cabang perusahaan kami. Dia juga anak angkat orangtua kami. Tapi setelah dia keluar dari perusahaan, malah ingin menguasai gudang ini," sebut Anna.

Menurutnya, termohon juga sempat dipidanakan. "Setelah keluar dari perusahaan, dia mengambil sejumlah uang tagihan ke beberapa customer kami. Kasusnya juga diproses dan dia sempat dijatuhi hukuman dua tahun penjara," sambungnya.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help