Berita Surabaya

Jawaban Salah dalam SBMPTN 2018 Tak Diberi Skor Minus, Penilaiannya Seperti Ini

Dari pendekatan karakteristik soal, kemudian pendekatan matematika digunakan untuk menghitung skor setiap peserta.

Jawaban Salah dalam SBMPTN 2018 Tak Diberi Skor Minus, Penilaiannya Seperti Ini
surya/istimewa
Suasana ujian computer-based test (CBT) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sistem penilaian tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini berubah.

Jawaban salah yang sebelumnya diberi skor minus satu (-1), tahun ini akan diberi nilai nol (0).

Humas SBMPTN panitia lokal 50, Suko Widodo mengungkapkan aturan yang baru dirilis panitia pusat ini juga berlaku untuk jawaban yang tidak diisi maka akan diberi nilai nol (0).

Sedangkan untuk jawaban benar yang sebelumnya dinilai empat (4), tahun ini akan dinilai satu (1).

"Kemudian untuk soal benar juga akan dilakukan pendekatan Teori Response Butir (Item Response Theory). Maka setiap soal akan dianalisis karakteristiknya," jelasnya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (10/4/2018).

Karakteristik tersebut,lanjutnya, dilihat dari tingkat kesulitan relatifnya terhadap soal yang lain, dengan mendasarkan pada pola respons jawaban seluruh peserta tes tahun 2018.

“Dengan menggunakan model pendekatan ini maka akan diketahui tingkat kesulitan soal-soal yang dikategorikan mudah, sedang, maupun sulit,” terang pria yang juga ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga (Unair) ini.

Dia menjelaskan, dari pendekatan karakteristik soal, kemudian pendekatan matematika digunakan untuk menghitung skor setiap peserta.

Soal-soal sulit akan mendapatkan bobot lebih tinggi dibanding soal-soal yang lebih mudah.

"Jadi meskipun peserta jawaban soalnya sama banyaknya bisa jadi nilainya berbeda karena faktor ini,"urainya.

Contoh peserta A, dapat menjawab dengan benar lima soal yakni no 1,5,7,11 dan 13, sedangkan peserta B juga dapat menjawab lima soal dengan benar yakni 1,5,9, 12 dan 15.

Kedua peserta akan mendapatkan skor akhir yang berbeda karena butir soal yang dijawab dengan benar oleh peserta A memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dengan butir soal yang dikerjakan dengan benar oleh peserta B.

"Sistem penilaian seperti ini digunakan di negara maju seperti Amerika Serikat dan negara di Eropa, karena dengan menyertakan karakteristik setiap soal dalam penilaian, sistem penilaian lebih adil dan dapat membedakan kemampuan peserta dengan lebih baik," paparnya.

Untuk diketahui pendaftaran SBMPTN 2018 dimulai sejak tanggal 5 April 2018 dan akan ditutup pada tanggal 27 April 2018.

Adapun untuk calon pendaftar Bidikmisi yang mengikuti SNMPTN baru dapat mendaftar SBMPTN 2018 mulai tanggal 18 April 2018.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help