Surya/

Blue Bird Regenerasi Bertahap Ganti Mobil Sedan ke Mobil MPV

PT Blue Bird perlahan-lahan mulai mengganti armadanya dari sedan ke jenis MPV. Begini strateginya.

Blue Bird Regenerasi Bertahap Ganti Mobil Sedan ke Mobil MPV
surya/nuraini faiq
Seratus armada baru Avanza blue bird saat diluncurkan, Jumat (23/3/2018). Avanza ini akan menjadi hak milik driver jika lima tahun dikemudikan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Operator terbuka bidang transportasi, PT Blue Bird Tbk di wilayah Surabaya mulai melakukan penggantian armada taksi dari mobil jenis sedan ke mobil jenis MPV (Multi Passenger Vehicles). Langkah itu dilakukan setelah mobil MPV boleh menjadi taksi di kota Surabaya. 

"Di wilayah Jakarta sendiri, taksi Blue Bird dengan mobil MPV Toyota Avanza Transmuver juga sudah operasional sejak Februari lalu. Bertahap untuk regenerasi armada," jelas Dedy Ratmono, General Manager PT Blue Bird Surabaya, Selasa (10/4/2018), di sela kegiatan pemeriksaan mata pengemudi taksi Blue Bird di pool Darmo, bersama Essilor, perusahaan lensa kacamata dari Perancis.

Taksi blue bird selama ini dikenal taksi dengan kendaraan jenis sedan, yaitu Toyota Limo. Mulai tahun 2018 ini, secara nasional, perusahaan terbuka dengan kode BIRD ini melakukan regenerasi kendaraan ke Toyota Avanza Transmuver. Saat ini jumlah armada Blue Bird di wilayah Surabaya mencapai 1.700 unit. Jumlah itu secara bertahap akan digantikan oleh Avanza Transmuver sekitar 600 unit hingga akhir tahun 2018.

"Saat ini mayoritas konsumen mulai menyukai kendaraan MPV. Sebagai tahap awal sekitar 250 unit sudah ada di wilayah Surabaya. Perizinan dari Dinas Perhubungan kota Surabaya juga sudah beres," jelas Dedy.

Terkait konsumen, keberadaan Avanza Transmuver bisa mengakomodasi jumlah penumpang yang lebih dari tiga orang. Karena Transmuver ini maksimal bisa enam orang.

Di tengah persaingan yang ketat dengan transportasi berbasis online, Dedi mengatakan, Blue Bird Surabaya juga sudah menggandeng Go-Car. Kondisi ini mampu memberikan kontribusi yang cukup meningkat. Sekitar 40 persen, menggunakan aplikasi kerjasama ini. Sementara Blue Bird juga punya aplikasi sendiri yaitu My Blue Bird.

"Sekitar 80 persen, pemesan taksi Blue Bird sudah memanfaatkan aplikasi untuk pesan. Termasuk dengan hotline pesan via operator. Hanya 20 persen yang ambil di jalan," ungkap Dedy.

PT Blue Bird dan Esselor menggelar CSR pemeriksaan mata gratis kepada pengemudi taksi dan hasilnya akan mendapatkan kacamata gratis. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang maupun pengemudi saat bekerja.
PT Blue Bird dan Esselor menggelar CSR pemeriksaan mata gratis kepada pengemudi taksi dan hasilnya akan mendapatkan kacamata gratis. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang maupun pengemudi saat bekerja. (surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari)

Sementara itu, terkait dengan pemeriksaan mata pengemudi, Country Manager Essilor Indonesia, Peter Pelnis, mengatakan, bila kegiatan pemeriksaan ini merupakan kerjasama lanjutan dengan Blue Bird dalam kegiatan terkait mata.

"Terutama para pengemudi. Blue Bird sebagai perusahaan transportasi terbesar dengan jumlah pengemudi yang besar, menjadi target kegiatan CSR kami yang saling mendukung," ungkap Peter.

Karena satu diantara tiga pengemudi, tidak menyadari bila ada masalah pada mata yang terkait dengan kenyamanan saat mengendara. Demi mendukung keselamatan dan kenyamanan tugas mengemudi dan penumpang, kegiatan terkait pemeriksaan mata ini diharapkan bisa memberi manfaat yang lebih.

"Selain Blue Bird Surabaya kami juga menggelar CSR bersama dengan Blue Bird di Jakarta dan Bali," tambah Peter.

Tags
MPV
mobil
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help