Berita Tulungagung

Kasus Pembacokan di Pantai Bayem Tulungagung Kian Pelik, Polisi Dapat Laporan Baru

Kasus pembacokan di Pantai Bayem, Tulungagung menjadi kian pelik. Apalagi, baru-baru ini polisi mendapat laporan baru.

Kasus Pembacokan di Pantai Bayem Tulungagung Kian Pelik, Polisi Dapat Laporan Baru
ist
Dimas Dwi Saputra, salah satu korban pembacokan di Pantai Bayem terbaring di ranjang rumah sakit 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Polisi sudah memintai keterangan 11 orang terkait pembacokan di Pantai Bayem yang melukai dua orang warga Desa Tanggulturus, Kecamatan Besuki.

Dari 11 orang ini semuanya masih berstatus sebagai saksi.

Sebelumnya pada Minggu (8/4/2018) sore polisi meminta 8 saksi. Mereka para pemilik warung dan warga yang ada di Pantai Bayem. Namun belum ada yang dijadikan tersangka.

“Belum ada yang menjadi tersangka, pelaku masih dalam pencarian. Semoga lekas terungkap,” ujar Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Sumaji, Senin (9/4/2018).

Lanjut Sumaji, kasus ini kian pelik karena ada laporan baru yang terpisah dari laporan sebelumnya.

Sumaji memaparkan, Minggu (8/4) sekitar pukul 01.00 WIB datang rombongan klub motor. Mereka bleyer motor hingga roda belakang terbenam di pasir.

“Mereka sekitar 20 orang, rata-rata dari wilayah Kedungwaru dan Sendang,” tambah Sumaji.

Salah satu anggota klub motor, Udin (20) didatangi seorang pelaku berambut keriting. Awalnya pelaku meminjam korek api.

Selanjutnya pelaku mengaku tersinggung karena Udin dan kawan-kawan memainkan gas motor di dekat pelaku dan kawan-kawannya duduk. Pelaku kemudian memukul dua anggota klub motor ini, Udin dan Doni W.

Pelaku lainnya memukul Riski Apriyadi (18) menggunakan kayu. Mereka lari menyelamatkan diri dan bersembunyi di bawah jembatan.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help