Berita Ekonomi Bisnis

Gandeng Perbankan dan Lembaga Keuangan, PTPN XI Biayai Revitalisasi PG

Program revitalisasi Pabrik Gula (PG) dibawah PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN), terus agresif dilakukan.

Gandeng Perbankan dan Lembaga Keuangan, PTPN XI Biayai Revitalisasi PG
surya/Srihandi lestari
PG Djatiroto Lumajang yang masuk dalam progres revitalisasi PG oleh PTPN XI. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Program revitalisasi Pabrik Gula (PG) dibawah PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN), terus agresif dilakukan dengan menggandeng perbankan dan lembaga pembiayaan. Diantaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk , PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan terakhir PT Sarana Muti Infrastruktur (Persero) atau SMI yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian investasi di Jakarta.

"Ini wujud komitmen untuk merealisasikan revitalisasi pabrik gula sebagai upaya pencapaian swasembada gula nasional, beberapa badan usaha milik negara turut andil dalam proyek ini," kata Daniyanto, Plt
Direktur Utama PTPN XI, Senin (9/4/2018).

Kerjasama itu setelah sebelumnya disepakati pendanaan club deal antara SMI dan BNI untuk proyek PMN PG Asembagus. Dilanjutkan dengan kesepakatan pendanaan club deal oleh BRI dan SMI untuk pembiayaan proyek PMN PG Jatiroto.'

Total investasi bersama tersebut sebesar Rp 945 miliar dan akan digunakan untuk merampungkan revitalisasi PG Djatiroto dan PG Assembagoes. Sebelumnya pembiayaan program untuk kedua pabrik gula tersebut dibiayai oleh dana dari Penambahan Modal Negara (PNM) sebesar total Rp 650 miliar dimana total pembiayaan proyek membutuhkan anggaran sebesar Rp1,4 triliun.

"Investasi tersebut sebagai tambahan setelah sebelumnya ada dana PMN senilai Rp 650 miliar, namun telah terserap habis. Dengan adanya investasi tersebut harapan kami akan mensuport revitalisasi yang sedang berjalan sehingga cepat selesai dan bisa melayani tebu petani pada musim giling tahun ini ", lanjut Daniyanto.

Sasaran program revitalisasi PG Assembagoes adalah meningkatkan kapasitas giling menjadi 6.000 tcd (ton cane per day) dari semula hanya 3.000 tcd, kualitas gula SNI dengan icumsa (kadar kebersihan butiran gula) <100 dan excees power sekitar 10 mw.

Sedangkan untuk PG Djatiroto kapasitas menjadi 10.000tcd dari 7.500tcd, kualitas gula SNI dengan icumsa <100 dan excees power sekitar 10mw.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help