Citizen Reporter

Cinta Datang dari Kidal

Cinta tidak datang tiba-tiba. Cinta bisa diupayakan. Itu dibuktikan oleh Forum Indonesia Muda 20.

Cinta Datang dari Kidal
ist

Mencintai warisan budaya dapat dimulai dari hal terkecil seperti mengetahui sejarah dari warisan budaya. Itu penting karena sejarah dapat memberi informasi kejadian di masa lampau yang dapat dipetik hikmah dari kejadian masa lampau itu.

Selain itu, dengan mengetahui sejarah juga dapat memberi pemahaman serta keyakinan untuk mencintai warisan budaya masa lalu. Itu bisa mengenai hal-hal yang diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya.

Salah satu contoh adalah pusaka budaya yang berwujud (tangible), misalnya bangunan kuno, rumah adat, maupun candi dari peradaban Hindu-Buddha. Itu yang akan dikunjungi komunitas yang peduli peninggalan budaya.

Beberapa mahasiswa dari berbagai kampus di Malang yang tergabung sebagai pendaftar Forum Indonesia Muda 20 bekerja sama dengan Perangkat Desa Kidal, Save Heritage Malang (SHM), Ikatan Wartawan Online, dan Gendong mengadakan kegiatan “Kita, Kidal, dan Sejarah yang Terukir”. Mereka mengunjungi Candi Kidal di Kabupaten Malang.

Aksi yang diadakan kelompok 4 Forum Indonesia Muda 20 itu mengundang siswa kelas 5 SD maupun Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas 5 yang ada di Desa Kidal untuk berkumpul, Sabtu (7/4/2018). Mereka diajak melihat salah satu warisan budaya yang ada di Desa Kidal, yaitu Candi Kidal.

Acara pertama dimulai dengan penyampaian historis berdirinya Candi Kidal oleh Gendong melalui metode mendongeng. Setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang pentingnya mencintai warisan budaya oleh tim Brawijaya Mengajar.

Tidak lupa, pada akhir kegiatan juga dipaparkan tentang historis berdirinya Candi Kidal. Romlah, juru pelihara Candi Kidal mengajak para siswa melihat relief serta bagian-bagian yang ada di Candi Kidal.

Aktivitas itu membuat anak-anak banyak belajar. Mereka bersemangat melihat candi dari dekat. Candi yang mungkin selama ini mereka saksikan sebagai bangunan tanpa kisah, sejak perjalanan itu menjadi bagian dari budaya.

Mereka menyadari, candi yang ada di dekat mereka tinggal adalah peninggalan budaya yang penting. Anak-anak belajar peduli dan ikut menjaga candi.

Ibnu Dharma Nugraha
Mahasiswa Universitas Brawijaya

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help