Berita Jember

Wartawan Lintas Media dan Polres Jember Sinergi Lawan Hoax, begini Wujudnya

Ketua FWLM Jember, Ihya Ulumiddin mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah dari FWLM memerangi Pemberitaan bohong.

Wartawan Lintas Media dan Polres Jember Sinergi Lawan Hoax, begini Wujudnya
surya/erwin wicaksono
Narasumber Kapolres Jember, dan Kabag Humas Jember Herwan Darmanto, Ketua FWLM Ihya Ulumiddin turut hadir dalam pelatihan Jurnalisik, Minggu (8/3/2018). 

SURYA.CO.ID | JEMBER - Puluhan Insan Pers (Wartawan) Kabupaten Jember tergabung dalam Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember bersama sejumlah serta elemen menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi di Kafe Tipis-tipis, Minggu (8/4/2018).

Sejumlah elemen tersebut Komunitas Media Online (Komen) Jember bersama Kepolisian Resort (Polres) Jember, dan Humas Pemkab Jember. 

Puluhan insan Pers se-Kabupaten Jember, Puluhan wartawan online (Komen) dan puluhan pemuda yang tergabung dalam suatu Komunitas yang mengatasnamakan dirinya Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Cabang Jember, serta Netizen Cybertroop Polres Jember turut hadir dalam acara kali ini.

Ketua FWLM Jember, Ihya Ulumiddin mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah dari FWLM memerangi Pemberitaan yang bohong atau istilah kerennya Berita Hoak yang kini marak dan menjadi perhatian Pemerintah.

"Kegiatan ini guna memberikan edukasi atau pembelajaran kepada para anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya bagaimana menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat, " ujarnya.

Dalam pelatihan ini, beberapa pembicara dihadirkan di antaranya Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo, Kabag. Humas Pemkab Jember, Herwan Agus Darmanto, dan juga beberapa pemateri di antaranya Hadianto (Mantan Fotojurnalis Senior ANTARA), Maleachi Marinsib Maringgi atau akrab dipanggil Mr. Crack (Mantan Fotojurnalis Reuters) dan Sutanta Aditya (Freelance Fotojurnalis).

Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH menghimbau agar berfikir beribu kali sebelum menyebarkan sebuah informasi yang belum diketahui kebenarannya.

“Check dan Recheck sebelum menyebarkan, karena bisa-bisa itu hoax dan dapat dijerat dengan hukuman,” tutur Kusworo menghimbau.

Kusworo juga mengartikan sebuah foto yang menjadi tema dalam pelatihan kali ini. “Picture has a thousands word, gambar itu mempunyai ribuan kata-kata, narasi itu mendukung gambar dan sebaliknya,” imbuhnya.

Kusworo mencontohkan ada seorang pejabat pemerintah dimana saat itu dia kebetulan posisi kepalanya sedang miring sedikit lalu dijepret secara sembunyi-sembunyi, foto itu lalu diedit dan digabungkan dengan gambar orang lain semisal foto lawan jenis sehingga menimbulkan persepsi dengan tertidur di pundaknya.

Halaman
12
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help