Surya/

Berita Banyuwangi

Serunya Berlari di Lereng Gunung Ijen dalam  Banyuwangi Ijen Green Run

Sebanyak 732 pelari dari berbagai negara meramaikan trail run Banyuwangi Ijen Green Run, Minggu (8/4/2018).

Serunya Berlari di Lereng Gunung Ijen dalam  Banyuwangi Ijen Green Run
surya/haorrahman
Pelari menikmati suasana lereng Gunung Ijen di Banyuwangi Ijen Green Run. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Sebanyak 732 pelari dari berbagai negara meramaikan trail run Banyuwangi Ijen Green Run, yang melintasi lereng Gunung Ijen, Banyuwangi, Minggu (8/4).

Peserta disuguhi keindahan alam kawasan Taman Wisata Alam Gunung Ijen di sepanjang rute.

Lomba lari ini diikuti oleh peserta manca negara dan dari berbagai kota di Indonesia. Tercatat ada peserta dari Kenya yang merupakan salah satu negara penghasil pelari di dunia, Prancis, dan Belgia.

"Diikuti pelari dari 14 negara. Pesertanya juga 50 persen dari luar Banyuwangi," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Anas mengatakan, pihaknya terus mendorong pengembangan sport tourism (olahraga berbalut pariwisata). Banyuwangi sangat cocok dikembangkan untuk sport tourism, mengingat potensi alamnya yang mendukung.

”Ini merupakan cara kreatif untuk mempromosikan daerah. Kami juga konsisten menggelar event berbasis komunitas, salah satunya lari ini. Olahraga lari saat ini kian diminati karena telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat,” ujar Anas.

”Ini tentu juga menggerakkan ekonomi karena pelari butuh jasa transportasi, penginapan, kuliner, dan pasti pulang bawa oleh-oleh. Itu tadi ada sekeluarga dari Yogyakarta, Jakarta. Mereka datang ingin ikut lomba lari sekaligus berwisata di Banyuwangi,” tambah Anas.

Lomba lari ini mengambil start di lapangan Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi yang merupakan pintu gerbang memasuki kawasan Gunung Ijen. Para peserta pun memulai start di pagi hari dengan suhu 22 derajat celsius.

Banyuwangi Ijen Green Run terdiri atas tiga kategori, yaitu kelas 6 KM, 18 KM, hingga 33 KM.

Para pelari dalam ajang sport tourism ini tak hanya disuguhkan panorama alam yang hijau dan menakjubkan, tapi juga suguhan kultur kehidupan ala masyarakat pegunungan. Bahkan sebelum dilepas, para pelari diajak mencicipi minuman legen (air enau) oleh Bupati Anas.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help