Persona

Pitriani Belajar Nyinden Dari Youtube

Darah seni mengalir di tubuhnya. Namun dengan dibantu Youtube, Pitriani semakin mahir mendalami keterampilan sinden.

Pitriani Belajar Nyinden Dari Youtube
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Pitriani 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hidup di lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi budaya dan kesenian Jawa Timur membuat Pitriani kepincut untuk mendalaminya.

Dia pun kemudian memutuskan untuk belajar menjadi sinden. 

"Faktornya itu dari lingkungan keluarga yang jawa banget. dari orang tua dan kakek-nenek tiap hari diajari bahasa kromo inggil ,tata cara makan yang sopan, dan mendongeng cerita Jawa," ujarnya.

Ketertarikan Pitriani untuk menggeluti seni menyanyi sinden bermula saat ia masuk kedalam grup vokal SMA.

"Guru seni budaya mengatakan kalau saya punya bakat nyinden," katanya.

Perkataan gurunya tersebut membuat Pitriani semakin semangat untuk belajar. Selain mendapat ilmu menyinden yang dari sang guru, pitriani juga belajar melalui YouTube.

"Setelah mendapat pelajaran dari guru, saya perdalam lagi lewat Youtube," jelasnya.

Pada akhirnya, kerja keras dan ketekunan Pitriani berbuah manis, Ia berhasil menyabet gelar juara 2 lomba menyinden se-bojonegoro.

"Saya sempat ditawari untuk menjadi penyiar radio Jawa tapi orang tua saya menyarankan untuk melanjutkan studi S1," ujarnya.

Saat ini Pitriani tercatat sebagai mahasiswi manajemen Perbanas, Surabaya. Ia mempunyai misi untuk memperkenalkan kesenian menyanyi sinden di lingkup kampusnya.

"Setiap tahun di kampus ada acara 'perbanas got telent', saya ingin menampilkan kesenian sinden dan wayang di acara itu untuk memperkenalkan budaya jawa kepada teman-teman mahasiswa agar mereka tertarik mempelajarinya," katanya.

Pitriani berharap, agar teman-teman mahasiswa dan anak-anak muda lebih peduli akan kebudayaan dan kesenian jawa.

"Anak-anak muda harus tetap menjaga dan melestarikan budaya asli Jawa agar tetap eksis meski di era modernisasi," pungkasnya. 

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help