Berita Tulungagung

Penjahat Kambuhan di Tulungagung Didor Polisi

Warga Tulungagung yang kerap membobol rumah-rumah yang ditinggal penghuninya ditembak polisi. Begini kejadiannya...

Penjahat Kambuhan di Tulungagung Didor Polisi
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Bero Santoso saat diamankan di kantor polisi 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Bero Santoso (28), warga Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung berjalan terpincang-pincang karena kaki kirinya dibebat perban. Bero baru saja ditembak polisi karena berupaya kabur saat diajak menunjukkan beberapa lokasi aksi kejahatannya.

Bero merupakan residivis kasus pencurian dalam rumah. Menurut Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo, sebelumnya Bero dicurigai melakukan aksi pencurian. Namun karena belum bisa membuktikan, polisi hanya mengamati gerak-geriknya.

“Kami belum bisa menangkap sebelum ada barang bukti,” terang Mustijat, Minggu (8/4/2018).

Polisi akhirnya menginterogasi Bero, Sabtu (7/4/2018) setelah dia membawa sebuah ponsel hasil curian . Polisi menghampirinya saat ada di rumah.

Dari interogasi itu, Bero tidak bisa mengelak karena barang bukti pencurian yang ada di tangannya. Bahkan Bero mengaku sekurangnya ada tiga rumah yang pernah dibobolnya, masing-masing di derah Kecamatan Kedungwaru, Kecamatan Sumbergempol, dan Kecamatan Boyolangu.

Polisi kemudian membawa Bero ke Ringinpitu, untuk menunjukkan satu lokasi pencurian lainnya. Namun saat itulah Bero melarikan diri. Mengabaikan tembakan peringatan polisi, Bero dilumpuhkan dengan tembakan di kaki.

“Pelaku harus dirawat di RS Bhayangkara karena mengalami luka tembak di kaki. Penyidikan belum bisa dilanjutkan,” tambah Mustijat.

Sebelumnya Bero mengaku beraksi seorang diri. Namun penyidik Satreskrim tidak percaya begitu saja, dan masih mengembangkan kasusnya. Sebab tidak menutup kemungkinan ada orang lain yang membanti Bero setiap kali beraksi.

Untuk menguatkan proses penyidikan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain ponsel merek Xiaomi, sebuah ponsel merek Oppo Neo 7 dan uang tunai sebesar Rp 3 juta. Semua barang itu diyakini didapat dari mencuri.

Dari catatan kepolisian, Bero sudah dua kali masuk penjara karena mencuri. Dua kasus terdahulu diungkap oleh Polsek Sumbergempol.

“Tersangka sudah selesai menjalani perawaran di RS Bhayangkara. Penyidikan sudha bisa dilanjutkan,” pungkas Mustijat. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help