Persona

E-Tilang Surabaya Dapat Apresiasi Warga. Tapi Kok Distop?

E-tilang, terobosan di bidang lalu lintas yang sementara ini distop oleh Pemkot Surabaya, sebenarnya cukup mendapat apresiasi dari masyarakat.

E-Tilang Surabaya Dapat Apresiasi Warga. Tapi Kok Distop?
ist
Ayu Maharani Putri Setyorini 

SURYA.co.id | SURABAYA - E-tilang, terobosan di bidang lalu lintas yang sementara ini distop oleh Pemkot Surabaya, sebenarnya cukup mendapat apresiasi dari masyarakat. 

Salah satunya dari Ayu Maharani Putri Setyorini (19).

Bagi penyabet Juara Harapan III Duta Lalu Lintas Jawa Timur tahun 2016 ini, e-tilang memberi dampak nyata.

Dia menyebut e-tilang sebagai terobosan yang baik, dan terbukti berhasil dalam meminimalisir pelanggaran lalu lintas.

"Pelanggaran lalu lintas kan merupakan awal dari kecelakaan lalu lintas. Dengan keberadaan beberapa CCTV yang dipasang di ruas-ruas jalan sekitar traffic light, masyarakat yang tadinya hanya patuh jika ada petugas saja, saat ini pun enggan melanggar," tutur alumi SMAN 5 Surabaya ini.

Satu di antara dampak nyata yang ia rasakan adalah perubahan perilaku pengendara di sekitar kampusnya, yaitu Universitas Airlangga.

Lalu lintas di sekitar kampus yang terletak di Jl. Airlangga No. 4-6 ini memang cukup padat.

Ayu banyak menemui pengendara yang tidak bertanggung jawab dan suka melanggar aturan lalu lintas.

"Tapi sekarang temen-temen mulai sadar untuk tertib, dengan adanya CCTV," kata mahasiswi jurusan Manajemen ini.

Ayu berharap, e-tilang bisa diterapkan merata di ruas-ruas jalan, sehingga masyarakat Surabaya bisa lebih tertib di manapun, tak hanya di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) saja. 

Baca: Butuh Regulasi Jelas, Penindakan e-Tilang Terpaksa distop

Baca: Tertib Lalu Lintas ala Komunitas Versus, Anggota Melanggar Ada Sanksi Admin dan Fisik

Baca: Warga: E-Tilang Cuma Pengaruh di Jalan-jalan Protokol

Penulis: Delya Octovie
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help