Lapor Cak

Atasi Sampah, Mesin Pembersih Otomatis Diturunkan di Arena CFD Darmo

Alat penyedot debu berukuran besar dikerahkan di arena Car Free Day jl Darmo, Surabaya, untuk mengatasi persoalan sampah.

Atasi Sampah, Mesin Pembersih Otomatis Diturunkan di Arena CFD Darmo
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Petugas mengoperasikan mesin penyedot debu dan sampah di arena Car Free Day jl Raya Darmo, Minggu (8/4/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Sampah masih menjadi masalah klasik di setiap gelar kegiatan umum. Kesadaran membuang sampah pada tempatnya yang belum dimiliki semua orang, membuat sampah terlihat berserakan dimana-mana usai gelar acara.

Car Free Day (CFD), salah satu momen di mana banyak sampah berserakan di jalan, usai acara di Minggu pagi itu.

Apalagi, petugas kebersihan tidak bisa leluasa menyapu sampah karena bisa mengganggu aktivitas warga.

Namun, ada pemandangan berbeda yang terlihat di CFD Jl Raya Darmo, Minggu (8/4) pagi. Terlihat alat penyedot debu berukuran besar melintas. Alat itu bergerak otomatis, yang diarahkan beberapa orang, untuk menyedot sampah yang berserakan.

Yusaq Nugroho, Project Manager PT Rekso Ratan Indonesia mengungkapkan, alat yang dimiliki perusahaannya itu dinamakan Tow Vacum.

Alat ini biasa disewa untuk beberapa event di Bali, untuk membersihkan sampah di antara kerumunan warga.

"Kalau di Surabaya baru dua kali ini, kami gunakan di Jalan Tunjungan dan di Car Free Day Jl Raya Darmo," ujarnya, ketika ditemui Surya.

Penggunaan Tow Vacum di lokasi warga Surabaya menghabiskan akhir pekan ini dilakukan secara swadaya. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) untuk ikut membersihkan sampah di CFD.

"Rencananya kami akan keliling di beberapa titik CFD setiap minggunya," urai Yusaq.

Jadi Daya Tarik

Dengan kapasitas mesin sebesar 240 liter sampah dan bertenaga listrik, ia mengungkapkan, alat ini dirasa efektif membantu petugas kebersihan membersihkan sampah agar tidak terjadi penumpukan.

"Alat ini akan membantu membersihkan tanpa menimbulkan debu, jadi warga tidak terganggu. Tenaga listriknya juga bertahan hingga 8 jam, jadi ramah lingkungan," terang Yusaq.

Pemandangan tak biasa ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. Secara tidak langsung, juga sebagai pengingat warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.

"Alatnya lucu, seperti penyedot debu di acara anak-anak. Jadinya, anak-anak malah pingin ngikutin alatnya," ungkap Anggita (32), warga Gunungsari yang menghabiskan waktunya di CFD Jl Raya Darmo bersama kedua anaknya. 

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help