Liga 1

Kemenangan 3-0 Madura United Atas Sriwijaya FC, Berkat Konsistensi dan Kedisiplinan Permainan

"Permainan sudah sesuai dengan apa yang kita rencanakan saat latihan, para pemain begitu menikmati permainan"

Kemenangan 3-0 Madura United Atas Sriwijaya FC, Berkat Konsistensi dan Kedisiplinan Permainan
SURYAOnline/Khairul Amin
Pelatih Madura United, Milomer Seslija 

SURYA.co.id I MADURA – Madura United mampu menumbangkan tamunya, Sriwijaya FC dengan skor 3-0 pada pertandingan pekan ke tiga Liga 1 2018, Sabtu (7/4/2018) di Stadion Gelora Ratu Pamelingan.

Menurut pelatih Madura United, Milomer Seslija, kemenangan Laskar Sape Kerrab tersebut berkat konsistensi  dan kedisiplinan permainan anak asuhnya sejak menit awal hingga akhir.

“Permainan kami (Madura United, red) konsisten dari babak pertama hingga kedua, hasilnya bisa cetak tiga gol di babak kedua,” terangnya, Sabtu (7/4/2018).

Pelatih asal Bosnia tersebut juga menambahkan, permainan yang diperagakan oleh skuatnya sudah sesuai dengan apa yang dilakukan saat latihan, meskipun gol terjadi diakhir babak kedua.

“Permainan sudah sesuai dengan apa yang kita rencanakan saat latihan, para pemain begitu menikmati permainan,” terang pelatih 53 tahun tersebut.

Menurutnya, proses terjadinya tiga gol dari skuatnya adalah gol cantik yang pernah dilihat.

“Tiga gol ini sangat cantik, mungkin lebih cantik dibandingkan gol-gol liga Inggris,” terangnya sambil tersenyum.

Milo mengakui, raihan hasil positif dari skuatnya tidak lepas dari dukungan para suporter Madura United.

“Terimakasih untuk suporter Madura yang terus mendukung klub kebanggaan dengan memberikan semangat  dari awal hingga akhir pertandingan,” tuturnya.

Saat ditanya pemain terbaik dalam skuatnya, mantan pelatih Arema FC tersebut mengungkapkan bahwa Zah Rahan Karangar adalah pemain terbaik.

“Pemain terbaik dalam pertandingan ini adalah Zah Rahan, dia pemain yang cerdas, meskipun dia gagal mencetak gol saat eksekusi tendangan penalti, konsistensi permainan dia sepanjang pertandingan sangat bagus,” ungkapnya.

Meskipun dia menyadari, peningkatan permainan anak asuhnya terjadi setelah masuknya Bayu Gatra di menit ke-62

Sementara itu, Zah Rahan mengaku setelah gagal mengeksekusi tendangan penalti, pemain nomor punggung 29 tersebut langsung melupakan dan fokus untuk kemenangan tim.

“Setelah gagal mengeksekusi, saya langsung berpikir saya tidak sendiri, saya ini bersama tim, dan dipikiran saya hanya ada satu, mau kalahkan Sriwijaya, meskipun klub ini adalah mantan klub yang pernah saya bela dalam waktu lama, Ahmadulillah saya juga bisa menyumbangkan satu gol,” terang pemain asal Liberia tersebut.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved