Properti

Penjualan Properti Mulai Tumbuh, Arebi Siapkan Tenaga Pemasar Bersertifikasi Profesi Broker

DPD Arebi Jatim tahun ini mentargetkan lebih dari 6.000 tenaga pemasar properti anggotanya sudah mengantongi sertifikat profesi broker.

SURYA.co.id | SURABAYA - Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (DPD Arebi) Jawa Timur di tahun ini mentargetkan lebih dari 6.000 tenaga pemasar properti yang menjadi anggotanya sudah mengantongi sertifikat profesi broker.

Langkah ini merupakan kepanjangan dari kebijakan DPP Arebi yang melihat potensi tenaga pemasar dalam meningkatkan penjualan properti ditengah permintaan pasar yang tinggi dan banyaknya produk properti baru yang dikembangkan pengembang. 

"Sebenarnya aturan terkait sertifikasi profesi broker sudah sejak tahun 2008. Tapi belum terlaksana baik. Tahun 2017 lalu sudah ada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-Dag/Per/7/2017 tanggal 31 Juli 2017 terkait kewajiban perusahaan broker untuk memiliki Surat Ijin Usaha Perusahan Perantara Pedagang Properti (SIUP4)," jelas Rudi Sutanto, Ketua DPD Arebi Jatim, usai pelantikan pengurus dan rakerda Arebi Jatim di Surabaya, Jumat (6/4/2018).

Selanjutnya syarat untuk mengajukan SIUP4, tenaga pemasar dalam perusahaan itu minimal 2 harus mengikuti training khusus profesi broker yang dilakukan melalui DPD Arebi kemudian dilanjutkan dengan ujian sertifikasi melalui Lembaga Sertifikasi Broker Properti Indonesia (LSP BPI). Langkah ini sangat penting dalam perdagangan properti karena bisa menjadi secure bagi tenaga pemasar maupun konsumen.

"Mereka terbukti memiliki kemampuan yang sudah teruji kapabilitasnya sebagai broker. Karena mereka dituntut memiliki kemampuan verifikasi terkait produk properti, tidak hanya sekedar tahu saja. Fee juga sudah diatur, sehingga tidak merugikan konsumen maupun pemilik properti yang dijualkan," ungkap Rudy.

Apalagi terkait peraturan itu, sudah ada penindakan yang dilakukan oleh tim dari Kementerian Perdagangan terhadap perusahan broker yang tidak mengantongi SIUP4.

Rudi juga menyatakan, tenaga pemasar bersertifikat ini ditargetkan bisa meningkatkan target penjualan di tengah pasar properti yang meningkat. Baik pasar, penjualan, permintaan, dan produk. Apalagi di Jatim, baru sekitar 136 perusahaan yang tergabung dalam Arebi.

Sementara masih banyak perusahan yang belum. Bahkan dari jumlah anggota tersebut, baru sekitar 80 persen yang mengikutkan tenaga pemasarnya untuk mendapatkan sertifikat broker properti.

"Awal tahun ini paling tidak triwulan I tahun 2018, penjualan properti melalui broker sudah lebih tinggi sekitar 20-25 persen dibanding periode yang sama tahun 2017. Hampir sama dengan tahun 2016. Dengan kondisi pasar yang bagus, penjualan yang mulai meningkat, produk yang mulai banyak disediakan pengembang maupun produk secondary, tenaga pemasar bersertifikat memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan penjualannya," ungkap Rudy.

Sementara itu, Hartono, Ketua Dewan Pengurus DPP Arebi, menambahkan, saat ini ada sekitar 1.000 lebih perusahaan yang menjadi anggota Arebi secara nasional.

"Dari jumlah itu sekitar 10.000 tenaga pemasar sudah bersertifikat. Targetnya tahun ini kami lebih banyak menggandeng perusahan broker untuk bergabung ke asosiasi dulu, baru meminta tenaga pemasarnya untuk bersertifikat," jelas Hartono.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved