Surya/

Berita Banyuwangi

Menteri BUMN Borong Beras Merah Organik dan Jajanan Pasar Banyuwangi

Penasaran, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno memborong beras merah dan hitam organik produksi kelompok tani Banyuwangi...

Menteri BUMN Borong Beras Merah Organik dan Jajanan Pasar Banyuwangi
SURYAOnline/Haorrahman
Menteri BUMN Rini Soemarno, bersama Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas, saat melihat beras organik.‎ 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banyuwangi, Jumat (6/4/2018). Tiba di Bandara Banyuwangi, didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rini mengunjungi sejumlah lokasi.

Rini melakukan pengecekan harga komoditas termasuk harga beras yang didistribusikan BUMN seperti PT Pertani, di Pasar Rogojampi.

Di pasar Rogojampi, harga beras seharga Pertani Rp 9.250 per kilogram sesuai yang ditetapkan pemerintah.‎ Di salah satu toko kelontong, Rini membeli roti dan keripik pisang khas Banyuwangi.‎

Rini lalu menyambangi beberapa pedagang di sepanjang pasar. Saat melewati pedagang jajan tradisional, Rini berhenti karena melihat ada lupis, jajanan yang terbuat dari beras ketan dengan taburan kelapa parut dan saus gula merah.

"Ini jajanan favorit saya sejak kecil," kata Rini sambil mencoba dua potong lupis. ‎

Tidak hanya itu, Rini membeli jagung manis, tahu dan cabai rawit.

Rini mengatakan tujuannya turun ke pasar adalah mengecek harga beras yang dijual oleh BUMN Pertani yang dinstruksikan untuk menjual beras di bawah harga eceran tertinggi Rp9.450 per kilogram.

"Ini kita cek langsung. Hasilnya sesuai yang diinstruksikan. Kami minta masyarakat mengawasi. Jangan nanti menterinya pergi, harganya naik," kata Rini.

Setelah ke pasar, Rini ke Desa Pondok Nongko untuk mengecek penyerapan gabah. Di sana, Rini juga diperkenalkan ke produk beras organik khas Banyuwangi, yaitu beras merah organik, hitam organik, dan beras germanasi.

“Ini produksi kelompok tani dari Kecamatan Singojuruh Banyuwangi, Bu. Sudah ada 100 hektare, dan sudah diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat, serta mengisi pasar di kota-kota besar. Harganya lebih bagus dibanding beras biasa, sehingga petani bisa lebih sejahtera,” kata Anas menjelaskan pada Rini.

Anas menjelaskan, ada tiga varietas tanaman padi organik Banyuwangi yang sudah terdaftar sebagai padi asli Banyuwangi di Kementerian Pertanian. Sejumlah kelompok tani telah mendapat sertifikasi produsen beras organik yang bebas pestisida dan pupuk kimia berdasarkan pedoman SNI.

“Pemkab Banyuwangi juga membuka lahan percobaan pengembangan beras organik menggunakan dana APBD,” papar Anas.

Penasaran, Rini pun memborong beras merah dan hitam organik produksi kelompok tani Banyuwangi itu. Satu lagi yang dibeli adalah beras germinasi, beras yang telah melalui proses aktivias berbagai enzim di dalam beras pecah kulit, sehingga semua kandungan gizinya dioptimalkan.

"Ternyata di sini ada beras hitam. Saya beli semua tiga varietas beras ini. Saya senang mengonsumsi yang organik-organik,” kata Rini.

Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help