Berita Pendidikan Surabaya

Walikota Risma Yakin UNBK Jenjang SMP di Surabaya Tidak Bocor, ternyata begini Antisipasinya 

Beredarnya kunci jawaban saat UNBK jenjang SMK di Surabaya mendapat perhatian serius Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Walikota Risma Yakin UNBK Jenjang SMP di Surabaya Tidak Bocor, ternyata begini Antisipasinya 
surya/nuraini faiq
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini  menerima kunjungan Kemendikbud dan Komisi X di Balai Kota Surabaya, Kamis (5/4/2018).   

SURYA.co.id | SURABAYA -  Beredarnya kunci jawaban saat UNBK jenjang SMK di Surabaya mendapat perhatian serius Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelang pelaksananan ujian nasional berbasis komputer (UNBK)  SMP pada 23 April 2018.

Saat ditemui usai menerima kunjungan Komisi X DPR dan utusan Kemendikbud, Kamis (5/4/2018), Risma meyakini bahwa pelaksanaan UNBK jenjang SMP di wilayahnya akan steril dari kebocoran kunci jawaban.

 "Tidak lah, tidak akan ada kebocoran soal UNBK SMP di Surabaya besok. Sistem kami yang menjamin dan menutup peluang kebocoran kunci jawaban," ungkap Risma, Kamis (5/4/2018) sore. 

Pemkot Surabaya menerima kunjungan Komis X DPR Sutan Adil Hendra dan beberapa anggota Komisi yang salah satunya membidangi pendidikan ini. Selain mereka juga hadir dari perwakilan Kemendikbud. 

Mereka mengecek kesiapan kota ini menggelar UNBK jenjang SMP. Selain kesiapan sistem dan infrastrukur, Kota Surabaya dinilai paling siap.

"Kota lain harus didorong sesiap Surabaya," kata Sutan. 

Risma menyampaikan bahwa fenomena kebocoran kunci jawaban saat pelaksanan UNBK SMK tak akan terjadi saat UNBK SMP mendatang. Pemkot Surabaya telah menyiapkan sistem pengamanan terbaik ujian online itu. 

 "Sistem kamilah yang menjamin keamanan dan tidak ada peluang serta potensi kebocoran. Kami sudah pilih proktor dan pakar IT terbaik. Mereka juga berpengalaman," tandas Risma. 

 Wali kota berusia 56 tahun ini percaya dengan karakter siswa SMP kotanya yang jujur. Pengawas ujian nantinya hanya untuk memastikan kelancaran UNBK. Termasuk pengawaan ujian melalui  CCTV, Risma mengaku tak perlu memerlukan alat ini. 

Dalam pelaksanaan UNBK SMK di hari-hari pertama diwarnai beredarnya kunci jawaban. Sejumlah siswa menerima kunci jawaban tersebut. Belum jelas darimana kunci jawaban itu diterima siswa. 

Risma meminta Dindik memilih proktor dan pakar IT untuk mengawal khusus soal UNBK. Soal itu ada di server pusat dan langsung diterima peserta UNBK. Tidak melalui siapa pun. 

Kepala Dindik Surabaya M Ikhsan juga meyakini bahwa tidak akan ada kebocoran soal UNBK nanti.

"Semua alat, perangkat, sistem, dan pengawas sudah kami maksimalkan. Tinggal berdoa saja," kata Ikhsan. 

Khusus persiapan pelaksanaan UNBK jenjang SMP, Risma tak menghendaki ada listrik mati maupun jaringan intenet ngadat.  "Sudah kami Kordinasikan langsung PLN dan Telkom menjamin kelancaran UNBK," kata Risma. 

Meski demikian, setidaknya sepuluh genset disiapkan sebagai antisipasi. Mereka disebar di sejumlah titik yang rawan. Untuk SMP tengah kota gensetnya gabung dengan kantor pemkot. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help