Berita Tulungagung

Tak Kooperatif saat Sidang, Hakim Tulungagung Beri Hukuman Maksimal Pada Pelaku Pencabulan Anak

Gaguk menjelaskan, hakim menilai Yatimun bersikap tidak kooperatif. Selama sidang Yatimun hanya diam dan tidak pernah menjawab pertanyaan.

Tak Kooperatif saat Sidang, Hakim Tulungagung Beri Hukuman Maksimal Pada Pelaku Pencabulan Anak
istimewa
Yatimun sesaat setelah ditangkap personil Polsek Besuki, 18 Septermber 2017 silam. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Yatimun (46), pelaku pencabulan anak asal Kecamatan Besuki, Tulungagung, menghadapi sidang putusan, Kamis (5/4/2018) di Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung, Kamis (5/4/2018).

Dari sidang itu, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman maksimal kepada Yatimun, yakni 15 tahun penjara dan denda Rp 1.000.000. Jika tidak membayar denda, Yatimun harus menambah masa hukuman enam bulan penjara.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Yatimun 10 tahun penjara dan denda Rp 50 juta, subsider 6 bulan penjara.

“Terdakwa diputus hukuman maksimal,” terang Humas PN Tulungagung, Gaguk Yuli Prasetyo seusai sidang.

Gaguk menjelaskan, hakim menilai Yatimun bersikap tidak kooperatif. Selama persidangan Yatimun hanya diam dan tidak pernah menjawab pertanyaan.

Sikap diamnya ini dianggap hakim sebagai upaya mempersulit persidangan.

“Pertimbangan hakim, karena mempersulit persidangan maka divonis hukuman maksimal,” tambah Gaguk.

Sidang dilaksanakan secara tertutup, karena menyangkut perkara pencabulan anak. Meski selalu diam selama persidangan, Yatimun akhirnya menangis seusai mendengar putusan hakim.

Gaguk menduga, Yatimun sengaja diam agar mengesankan mengalami gangguan jiwa. Padahal sebelumnya Yatimun telah menjalani pemeriksaan kejiwaan dan dinyatakan sehat.

Terbukti Yatimun akhirnya menangis setelah mendengar putusan hakim. Yatimun dua kali mencabuli Lili, nama samaran yang tak lain adalah teman bermain anaknya, pada pertengahan September 2017.

Pada kejadian pertama Lili datang ke rumah Yatimun, dengan maksud mencari anak Yatimun untuk diajak bermain.

Tidak mendapati teman bermainnya, Lili justru diajak Yatimun masuk ke kamar. Bocah lugu ini kemudian dicabuli laki-laki berpostur pendek ini.

Perbuatan ini kemudian diulangi oleh Yatimun. Kesempatan ke-2, Yatimun mendatangi rumah Lili yang sedang sepi. Lili dicabuli di rumahnya sendiri.

Namun setelah kejadian ini, Lili bercerita ke orang tuanya. Yatimun pun dilaporkan ke Polsek Besuki. Polisi memangkapnya pada 18 Septermber 2017. 

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved