Sikapi Puisi Sukmawati, Gus Hans: Respons lewat Kanal Demokrasi

Pria yang akrab disapa Gus Hans ini menilai wajar-wajar saja puisi putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri.

Sikapi Puisi Sukmawati, Gus Hans: Respons lewat Kanal Demokrasi
surya/fatimatuz zahro
KH Zahrul Azhar Asad alias Gus Hans 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Puisi berisi bait provokatif yang dibacakan oleh Sukmawati, putri Bung Karno, turut ditanggapi pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum Rejoso Jombang KH Zahrul Azhar Asad.

Pria yang akrab disapa Gus Hans ini menilai wajar-wajar saja puisi putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri.

Baginya, puisi adalah karya seni yang mencerminkan ekspresi jiwa seseorang.

"Sehingga kita tahu karakternya, komunitas mereka, ya seperti itu dan itu hak mereka. Mau diubah seperti apapun, wong itu jiwa mereka. Hal-hal seperti ini juga lumrah di negera yang multiagama dan suku," katanya, Selasa (3/4/2018).

Meski begitu, Gus Hans menyebut tidak semua tokoh merah atau PDIP sama. Ia mencontohkan sebagaimana sosok Presiden Jokowi, yang menurutnya santun dan religius.

"Kalau karakater Pak Jokowi sangat jauh bereda dengan mereka. Beliau lebih santun dan religius serta tidak menyerang kelompok tertentu," ucapnya.

Karena itu, menyikapi puisi Sukmawati, kiai muda tersebut berharap masyarakat jangan sampai menyalurkan ketidaksetujuannya dengan cara demo, apalagi sampai anarkis karena bakal menambah masalah.

Sebaliknya, dia mengajak masyarakat untuk menggunakan cara-cara politik dalam menanggapi manuver Sukmawati dan kelompoknya.

Cara-cara politik seperti itu, menurut Gus Hans, selain lebih bermatabat, juga akan menutup ruang mereka karena tidak berperan di pentas kekuasaan.

"Sekali lagi, tidak perlu emosional. Salurkan emosi itu menjadi energi positif melalui kanal demokrasi," kata pria yang juga menjabat sebagai Jubir Tim Pemenangan Khofifah Emil ini.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved