Berita Ekonomi Bisnis

Dengan Pesawat ATR, Sriwijaya Air Buka Rute Surabaya - Batulicin dan Surabaya - Kotabaru

Di tengah ketatnya persaingan bisnis penerbangan, Sriwijaya Air Group memilih membuka rute baru dari Surabaya tujuan Kalimantan Selatan.

Dengan Pesawat ATR, Sriwijaya Air Buka Rute Surabaya - Batulicin dan Surabaya - Kotabaru
surya/sugiharto
Senior Corpotare Communication Manager, Agus Soedjono (kanan) dan Distrik Manager Sriwijaya Air Hendrik Ardiansyah berdialog disela-sela pembukaan rute baru di kantornya di kawasan Jalan Sulawesi Surabaya, Selasa (3/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tengah ketatnya persaingan bisnis penerbangan, Sriwijaya Air Group memilih membuka rute baru dari Surabaya dengan tujuan bandara kecil di wilayah Kalimantan Selatan.

Yaitu rute Surabaya menuju kota Batu Licin dan Surabaya menuju Kota Baru di Kalimantan Selatan, mulai Jumat (6/4/2018) mendatang.

Agus Soedjono, Senior Corporate Communications Manager Sriwijaya Air Group, mengatakan, rute baru ini merupakan virgin route.

"Karena belum ada maskapai yang mengisi rute ini. Kami melihat potensi dan peluang yang besar dari rute ini, sehingga berani membuka rute penerbangan ini," jelas Agus, saat berada di Surabaya, Selasa (3/4/2018).

Karena bandara kecil dengan landasan terbatas, Sriwijaya Air Group yang terbang di rute ini, menggunakan maskapai Nam Air dengan pesawat jenis ATR berkapasitas 70 seat. Frekuensi penerbangan untuk rute Surabaya - Batulicin, empat kali dalam seminggu dan Surabaya - Kota Baru, tiga kali seminggu.

"Dengan jadwal penerbangan di pukul 12.00 WIB, untuk Surabaya - Batulicin di hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu. Selanjutnya di jam yang sama untuk Surabaya - Kota Baru di frekuensi penerbangan hari Selasa, Kamis dan Sabtu," jelas Hendrik Ardiansyah, Distrik Manager Sriwijaya Air Surabaya.

Kehadiran rute ini membidik pangsa pasar para pekerja asal Jawa Timur yang masuk di kawasan industri pertambangan di kawasan Batu Licin dan Kota Baru yang saat ini kembali bangkit.

Selain itu juga membidik warga asal dua kota tersebut untuk datang ke Jawa Timur dalam kegiatan kunjungan wisata.

"Memang pangsa pasar di rute ini lebih ke bisnis, perjalanan dinas dan lainnya. Karena memang di dua daerah itu masih terhubung rute dengan Makasar. Dengan yang langsung ke pulau Jawa baru di Surabaya ini," jelas Hendrik.

Dengan rute baru ini, Agus maupun Hendrik optimis bisa mencapai target load factor (tingkat keterisian penumpang) hingga 80 persen.

Apalagi support atau dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) dari dua daerah itu cukup tinggi.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help