Advertorial

DPRD Prihatin Korban Trafficking di Surabaya

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Darmawan mempertanyakan keseriusan Pemkot Surabaya mewujudkan kota Ramah Anak. Apalagi, kasus trafficking cukup marak.

DPRD Prihatin Korban Trafficking di Surabaya
surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq
Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan saat berkunjung ke Polrestabes Surabaya, Senin (2/4), sekaligus mendiskusikan fenomena banyaknya anak-anak di Surabaya yang menjadi korban eksploitasi seksual dan trafficking. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Surabaya, Darmawan mengaku resah atas kondisi sebagian anak-anak di Surabaya saat ini. Mereka sudah sampai pada kondisi yang memprihatinkan karena menjadi korban eksploitasi seksual, kekerasan seksual, hingga trafficking.

"Ini seharusnya menjadi keprihatinan bersama. Bagaimana anak usia SMP menjadi korban eksploitasi seksual. Ini miris, karena terjadi ketika kota ini mencanangkan sebagai Kota Ramah Anak," kata Darmawan saat berkunjung ke Polrestabes Surabaya, Senin (2/4).

Dalam kunjungan ini, Cak Aden, panggilan akrab Darmawan, diterima Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar.

Wakil rakyat dari Partai Gerindra ini mengagumi pengembangan sistem di Polrestabes ini.

Cak Aden menyaksikan anggota Polri di lapangan yang ditunjang oleh kinerja Command Center di Polrestabes.

Setiap petugas akan langsung ke TKP (tempat kejadian perkara), begitu ada kejadian terekam CCTV.

Cak Aden sempat ngobrol dengan para petugas di Command Center.

"Kami estimasikan, dalam lima menit petugas akan sampai ke TKP. Bahkan bisa kurang dari durasi itu karena di setiap Polsek yang dekat dengan TKP, petugas segera disebar untuk menindaklanjuti laporan yang masuk ke Command Center," kata Lily.

Selain berdiskusi terkait penanganan di TKP, Cak Aden dan Lily juga terlibat diskusi tentang fenomena makin banyaknya anak di bawah umur terlibat atau menjadi korban kasus kekerasan seksual. Ada yang menjadi korban, namun ada yang menjadi korban tapi sebenarnya menawarkan diri atau sengaja menjual diri.

"Ini yang menurut kami tidak habis pikir. Ini fenomena yang kerap ditangani kepolisian," ucap Aden.

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help