Surya/
Home »

Bisnis

» Makro

Berita Ekonomi Bisnis

Pelindo III Percepat Renovasi Terminal Penumpang Pelabuhan Benoa ternyata ini Tujuannya

PT Pelindo III mempercantik terminal penumpang Pelabuhan Benoa untuk menyambut Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali.

Pelindo III Percepat Renovasi Terminal Penumpang Pelabuhan Benoa ternyata ini Tujuannya
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
CEO Pelindo III, Ari Askhara (kedua dari kiri) dalam sebuah acara Pelindo III. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Pelindo III mempercantik terminal penumpang Pelabuhan Benoa untuk menyambut diselenggarakannya Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali pada 12-14 Oktober 2018.

Gelaran internasional tersebut diproyeksikan mendatangkan sekitar 15.000 hingga 18.000 tamu, mulai dari anggota delegasi 189 negara, hingga kolega dan keluarganya.

Ribuan biro wisata dan hospitality sudah jauh-jauh hari menawarkan jasanya. Pemerintah pun serius mendorong pihak-pihak terkait agar penyelenggaraan event tersebut lancar dan berkontribusi positif pada citra negara.

"Kami sebenarnya sudah memiliki masterplan (rencana jangka panjang) untuk mengembangkan Pelabuhan Benoa agar semakin menarik cruise internasional untuk bersandar. Kemudian demi mendukung kesuksesan penyelenggaran event global tersebut, pengerjaan renovasi terminal penumpang Pelabuhan Benoa dipercepat," kata Ari Askhara, CEO Pelindo III, Senin (2/4/2018).

Untuk itu, Pelindo III pada pekan lalu telah melakukan penandatanganan kontrak dengan Wika Gedung, untuk pengerjaan proyek tersebut di Surabaya.

Ari Askhara, yang kebetulan juga merupakan putra kelahiran Bali itu mengatakan, Pelindo III kembali melakukan sinergi BUMN dengan Wika Gedung untuk pengerjaan proyek ini.

"Pelabuhan Benoa tidak hanya akan dipercantik tetapi juga diperluas. Bangunan terminal penumpang yang semula berkapasitas 950 orang akan diperbesar untuk menampung 3.500 turis dalam bangunan seluas 5.600 meter persegi. Untuk area hijau nantinya akan sangat memanjakan pejalan kaki karena dilengkapi dengan taman, kolam, jogging track, dan juga amphitheater," jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa pengembangan Pelabuhan Benoa dikerjakan berdasarkan arahan pemerintah dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Benoa yang disahkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan pada 2017 lalu.

Salah satu tujuan utamanya yakni menjadikan Benoa sebagai Terminal Kapal Pesiar Kelas Dunia. Saat ini Benoa merupakan cruise hub-port utama di Indonesia. Kapal pesiar internasional dapat menaikkan dan menurunkan penumpang di gerbang laut wisata Pulau Dewata tersebut.

Sementara itu PT Lamong Energi Indonesia (PT LEGI), afiliasi Pelindo III Group dari anak usahanya Terminal Teluk Lamong, juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT Jasamarga Bali Tol, yang mengelola Jalan Tol Bali Mandara.

"PT LEGI siap untuk menyuplai listrik tenaga surya untuk jalan tol yang membentang di atas laut dengan rute Nusa Dua - Ngurah Rai - Tanjung Benoa tersebut. Termasuk pekerjaan perawatan mekanik dan elektriknya. Terminal Teluk Lamong dan anak usahanya, menjadi lini usaha Pelindo III yang fokus dengan bisnis berkonsep hijau atau ramah lingkungan," kata Dirut PT LEGI, Edward Danner Napitupulu.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help