Surya/

Liputan Khusus

Hendak Pilih Biro Travel untuk Berangkat Umrah? Waspada jika Transit Lebih dari Sekali

Amati juga bila ada travel umrah yang melakukan perjalanan lebih dari satu kali transit.

Hendak Pilih Biro Travel untuk Berangkat Umrah? Waspada jika Transit Lebih dari Sekali
pixabay
Ilustrasi 

News Analysis
Amaluddin Wahab
Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri) Jatim

SURYA.co.id - Ramainya kasus penyimpangan terkait penyelenggaraan perjalanan umrah sudah beberapa kali terdengar.

Mulai jemaah tidak bisa berangkat, molor waktu keberangkatan hingga keberangkatan yang hanya tinggal janji.

Semakin banyak masyarakat yang akan melaksanakan umrah, semakin banyak pula problematika di lapangan, termasuk model penyelenggaraan umrah juga semakin berkembang.

Penyelenggaraan umrah memang bukan urusan ibadah saja, karena tidak bisa dilepaskan dari unsur bisnis.

Penyelenggara umrah melakukan inovasi dalam bentuk marketing.

Beberapa biro travel menghimpun uang dari jemaah yang tidak semata-mata untuk kepentingan jemaah, tapi ada yang diinvestasikan dalam usaha lain.

Ada yang menggunakan multilevel marketing, sistim ponzi atau beli dua dapat satu, ada yang bayar sekarang berangkatnya setahun atau dua tahun dan sebagainya. Ini tidak boleh.

Beberapa cirinya antara lain jadwal keberangkatan yang tidak jelas, harga paket umrah yang ditawarkan jauh dari harga normal, misalnya di bawah Rp 15 juta.

Menyikapi permasalahan umrah, pemerintah baru-baru ini memberikan solusi dengan menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 18 Tahun 2018 sebagai penyempurnaan PMA sebelumnya.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help