Softball

Prestasi Softball Jatim Merosot Tajam, di Kejurnas hanya Sekali Menang 3 Kali Kalah

Tim softball putra Jatim harus menelan hasil buruk dalam Kejurnas Softball di Jogyakarta 28 Maret hingga 1 April 2018 ini.

Prestasi Softball Jatim Merosot Tajam, di Kejurnas hanya Sekali Menang 3 Kali Kalah
foto: istimewa
Aditya Aulia Rahman salah satu atlet softball Jatim saat membela Timnas Softball. 

Teks foto : Aditya Aulia Rahman salah satu atlet softball Jatim saat membela Timnas Softball.

Surya.co.id | SURABAYA - Dewi fortuna nampaknya belum berpihak pada tim Softball Putra Jatim. Tim softball putra Jatim harus menelan hasil buruk dalam Kejurnas Softball di Jogyakarta 28 Maret hingga 1 April 2018 ini.

Dari empat kali pertandingan, Softball Jatim yang menempati Grup A hanya meraih satu kemenangan, dari softball Jateng skor 7-1, sementara di tiga pertandingan lainnya mereka harus kalah melawan Sulawesi Utara 1-9, Kalimantan Timur 0-11, dan DKI Jakarta 1-7.

Yang mencolok dari hasil ini,  skor Jatim, terpaut jauh dari sang lawan.

Disampaikan Pelatih Softball Putra Jatim, Herry Soesilo dengan hasil ini timnya harus tersingkir dari babak penyisihan grup.

"Sudah tidak masuk page sistem dan kami ada di peringkat empat," kata Herry Soesilo pada media, Minggu (1/4/2018).

Soal penyebab jebloknya hasil ini, Herry memilih bungkam dan tak ingin memberikan komentar.

Selain Herry, Sujuduko Putro Manajer Softball Jatim saat dihubungi juga enggan memberikan tanggapan soal prestasi softball Jatim.

"Ini masih ribet Kejurnas, maaf," ujarnya singkat.

Merosotnya prestasi Softball Putra Jatim ini terbilang sangat mengejutkan, sebab saat PON 2016 lalu, Tim Softball Putra Jatim mampu mengalahkan DKI Jakarta, Sulawesi Tenggara dan Papua Barat.

Sementara itu, Yudi Arifandi mantan atlet nasional softball sekaligus pengamat softball menuturkan, kekalahan ini terbilang sangat disayangkan, karena ini merupakan prestasi terbawah softball Jarim selama 20 tahun terakhir.

"Ini adalah prestasi terburuk yang dialami softball putra Jatim. Belum pernah dalam sejarah softball putra Jatim mengalami kekalahan seperti ini. Jawa Timur adalah salah satu barometer softball putra di Indonesia. Secara skor dan hasil pertandingan, terlihat tim ini belum siap untuk ikut dalam kejuaraan," tutur Yudi Afiandi.

Dari hasil pengamatannya, atlet yang pernah membela Jatim di PON ini mengatakan, salah satu faktor merosotnya softball Jatim karena Jatim diperkuat banyak pemain muda hasil seleksi di Kejurda yang mayoritas adalah pemain baseball bukan pemain softball murni.

Sehingga meski diperkuat dua pemain nasional terbaik yakni Reza Nurman berposisi Pitcher dan Aditya Aulia Rahman sebagai Catcher, sulit untuk mengangkat mental dan permainan tim.

"Terlihat dari setiap pertandingan hanya bisa memasukkan angka jauh di bawah lawannya, ini tentu kasihan dengan atletnya sendiri," tambahnya.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved