Berita Magetan

Bocah Kelas 1 SD di Magetan Meninggal Dunia Tenggelam di Kolam Renang Orang Dewasa

Bocah kelas 1 SD di Magetan meninggal dunia tenggelam di kolam renang yang diperuntukkan bagi orang dewasa yang sudah mahir renang.

Bocah Kelas 1 SD di Magetan Meninggal Dunia Tenggelam di Kolam Renang Orang Dewasa
surabaya.tribunnews.com/doni prasetyo
Polisi melakukan olah TKP di tempat tenggelamnya seorang pelajar kelas 1 SD di Magetan. 

SURYA.co.id |MAGETAN - Ini adalah pelajaran penting bagi orangtua yang mengajak anaknya bermain di wahana hiburan, terutama kolam renang.

Rico Tegar Pratitis (7), pelajar kelas 1 SD dari Desa Trosono RT8/RW4, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan tewas tenggelam di kolam yang dikhususkan bagi perenang mahir.

"Tahu saya korban ini datang bersama Bapak dan Ibunya. Awalnya menurut keluarganya, korban yang belum bisa berenang itu belajar renang di kolam satu meteran bersama teman temabnya," kata saksi mata, Sutris, warga Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan kepada Surya, Jumat (30/3).

Korban ini, kata Sutris, datang bersama Bapaknya, Suryono serta ibunya, Suryati dan keluarganya yang lain. Jumlah anggota rombongan mereka lebih dari 7 orang. 

"Setahu saya, selain bapak dan ibunya ada saudara saudaranya yang lain. Mereka lebih dari tujuh orang. Anak-anak yang saya lihat selain korban, ada dua lagi. Sisanya orang dewasa,"katanya.

Saat tenggelam, korban berada di kolam untuk khusus untuk perenang mahir, dengan kedalaman 1,75  meter. Korban tenggelam belum beberapa saat dan berhasil diangkat tim keamanan kolam renang itu.

"Yang saya lihat, orang sudah bergerombol di tepi kolam renang 175 centi meter itu. Korban sempat diberi pertolongan pertama sebelum akhirnya dibawa ke IGD Rumah Sakit Magetan,"ujarnya.

Jumali, pemilik Wahana Kolam Renang SGJ yang dikonfirmasi mengatakan, kolam renang miliknya itu sudah dilengkapi standar keamanan, termasuk personil keamanan yang berada di setiap sisi kolam renang.

"Kita juga sudah berusaha, memberikan tulisan dan peringatan lewat pengeras suara, juga personil keamanan selalu menghalau, anak anak agar tidak sampai mendekat ke kolam yang diperuntukkan perenang mahir,"kata Jumali kepada Surya, di ruang Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) RSUD dr Sayidiman, Magetan, Jumat (30/4).

Jumali berjanji akan lebih memperketat dan menambah personil keamanan, terutama di perbatasan antara kolam untuk anak anak dan kolam untuk tingkat mahir.

"Ini pengalaman berharga, bagaimana pun kami berusaha seaman mungkin, tapi mungkin yang maha kuasa berkehendak lain. Kami akan meningkatkan keamanan dan memberikan batas antar kolam renang agar mudah dalam pengawasan,"kata Jumali.

Sampai pukul 16.30 WIB, jenazah Rico Tegar Pratitis masih menjalani otopsi di IPJ RSUD dr Sayidiman.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved