Liputan Khusus

Serikat Buruh Migran : Pemerintah dan DPR Harus Bersinergi Lindungi TKI

Pemerintah dan DPR harus satu suara untuk mendesak Pemerintah Arab Saudi melakukan pertemuan membahas perlindungan TKI

Serikat Buruh Migran : Pemerintah dan DPR Harus Bersinergi Lindungi TKI
surya/ahmad faisol
Almarhum Mochammad Zaini alias Slamet semasa hidupnya 

SURYA.co.id - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mendesak pemerintah dan DPR secara serius bersinergi untuk melindungi TKI di luar negeri dan jangan saling menyalahkan serta lepas tanggung jawab.

Sekretaris Jenderal SBMI Bobby Alwi menyatakan, jika lembaga negara hanya mementingkan kepentingan golongan, maka cita-cita untuk melindungi buruh migran hanya angan-angan belaka.

Untuk itu, pemerintah dan DPR harus satu suara untuk mendesak Pemerintah Arab Saudi melakukan pertemuan membahas perlindungan TKI yang dituangkan dalam memorandum of agreement (MoA).

Bobby mengungkapkan, Pemerintah RI dan Arab Saudi sudah menyetujui membuat payung hukum atau peraturan tentang perlindungan TKI.

Hasilnya, pada 2015 sebenarnya Pemerintah Arab Saudi sudah menyerahkan draft MoA kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Draft itu itu sebenarnya sudah cukup lengkap untuk melindungi para TKI. Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Ketenagakerjaan sudah mengganggap lengkap draft tersebut,” kata Bobby.

Setelah dipelajari oleh pemerintah, draft MoA tersebut diserahkan ke DPR untuk dibahas.

Tapi ternyata MoA itu tersendat di DPR lantaran alotnya pembahasan di fraksi dan banyaknya kepentingan antarfraksi di DPR.

“Sampai sekarang draft tersebut tidak jelas nasibnya. Pembahasan di DPR sangat alot dan banyak kepentingan, padahal MoA itu sangat menjamin perlindungan dan keamanan bagi TKI,” ungkapnya.

Hal itulah yang sangat disayangkan, apalagi draft itu, kata Bobby, mengatur tentang hak dan kewajiban para buruh migran.

“Karena itu, semua lembaga negara harus bersinergi, hilangkan semua ego sektoral untuk melindungi nasib TKI. Pemerintah harus kembali merumuskan ulang MoA bersama Arab Saudi,” katanya. (tribun netwok)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved