Surya/

Berita Ekonomi Bisnis

Ritel Modern Tak Buka Toko Baru Tahun ini, selain Daya Beli Menurun, Pemda Lakukan ini

Industri ritel modern mulai menahan diri untuk melakukan ekspansi buka toko baru mulai tahun 2018.

Ritel Modern Tak Buka Toko Baru Tahun ini, selain Daya Beli Menurun, Pemda Lakukan ini
Alfamidi salah satu ritel modern di Jalan Pahlawan Mojokerto.

SURYA.co.id | SURABAYA - Industri ritel modern mulai menahan diri untuk melakukan ekspansi buka toko baru mulai tahun 2018. Hal itu merupakan imbas dari berubahnya tren belanja konsumen di toko ritel modern.

Perubahan itu berimbas pada penurunan pendapatan dari toko ritel modern tersebut.
Regional Corporate Communications Manager Alfamidi, Arif L Nursandi membenarkan adanya langkah tersebut.

"Tahun ini kami hanya buka 100 store baru. Padahal di tahun-tahun sebelumnya kami bisa buka 300-400 store baru," kata Arif, saat berada di Surabaya, Selasa (27/3/2018).

Selain pasar yang turun, ada kebijakan dari pemerintah daerah yang melakukan pelarangan maupun pembatasan pada jumlah toko modern di daerahnya. Sehingga saat ini jumlah toko ritel modern antar daerah satu dengan daerah lainnya tidak seimbang.

Namun di tahun 2018 ini, Arif mengaku pihaknya masih tetap optimis, mengingat pasar konsumen yang belanja kebutuhan sehari-hari masih akan terus berjalan.

"Sehingga tidak akan berhenti begitu saja. Karena itu kami ambil langkah memaksimalkan toko-toko yang sudah ada, dengan meningkatkan pendapatan di fee base income dalam hal melayani pembayaran listrik, air, pembelian tiket pesawat maupun kereta api, hingga pembayaran belanja e-commerce," jelas Arif.

Selain itu, juga pelayanan belanja melalui telepon atau SMS atau aplikasi WhatsApp bagi konsumen terhadap produk-produk ada di Alfamidi. Juga fasilitas antar ke rumah bagi konsumen yang sudah melakukan belanjaan di Alfamidi.

Untuk ekspansi di tahun 2018 yang ditargetkan hanya 100 toko, pihaknya membidik daerah yang masih potensial dan memiliki kemudahan izin usaha. Khusus untuk wilayah Jawa Timur, disiapkan di lima atau enam toko baru di tahun ini.

"Masih ada beberapa daerah yang potensial dan terbuka di Jawa Timur. Antara lain di Gresik dan Pasuruan," tambah Robert Hary Andika, Deputy Branch Manager Alfamidi Jatim.

Untuk membuka satu toko secara franchise, investasi yang disediakan sekitar Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Nilai itu tidak termasuk lahan. Karena itu, pihaknya pilihan mengembangkan jaringan toko di daerah lain selain Jawa Timur.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help