Berita Surabaya
Pelajar dan Mahasiswa Terbanyak Pelaku Pelanggaran Lalu Lintas di Surabaya, ini Buktinya
Angka pelanggaran lalu lintas di kalangan usia milenial, khususnya pelajar dan mahasiswa di Surabaya masih tinggi.
Penulis: Fatkhul Alami | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Angka pelanggaran lalu lintas di kalangan usia milenial, khususnya pelajar dan mahasiswa di Surabaya masih tinggi.
Terbukti, selama gelaran Operasi Keselamatan Semeru 2018, jumlah pelanggaran lalu lintas yang dilakukan para pelajar dan mahasiswa masih dominan.
Data tercatat di Satlantas Polrestabes Surabaya dari hasil Operasi Keselamatan Semeru 2018 yang berakhir Minggu (25/3/2018) menyebutkan, 29.280 pelanggaran roda empat dan dua selama 21 hari gelaran operasi.
Jumlah itu menaningkat 28 persen dibanding gelaran 2017, dimana jumlahnya 24.747.
"Dari jumlah pelanggaran itu, kami melakukan tindakan tilang sebanyak 5.850 pengendara dan teguran 23.430 orang," sebut Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva van Pandia, Senin (26/3/2018).
Jumlah pelanggaran sebanyak itu, pelanggar dari kalangan pelajar dan mahasiswa ada sebanyak 1.578 orang. Jumlah itu naik 142 persen dibanding operasi 2017, dimana saat itu ada 652 orang.
Sedangkan jumlah tertinggi pelanggaran dilakukan oleh karyawan swasta, yakni 1.753 orang. Pelanggaran naik 298 persen, karena di 2017 hanya 440 orang.
Sementara pelanggaran dilakukan para PNS sebanyak 468 orang. Jumlahnya meningkat 232 persen dibanding 2017, yakni ada 141 orang yang melanggar.
Melihat angka pelanggaran lalu lintas di Kota Pahlawan masih tinggi, Pandia mengaku prihatin. Padahal, pihaknya sudah melakukan sosialisasi jauh sebelum pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeeu 2018.
"Kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat Surabaya harus terus ditingkatkan lagi. padahal, pelanggaran berlalu lintas merupakan salah satu awal penyebab kecelakaan," tutur Pandia.
Untuk itu, kata Pandia, pihaknya terus akan melakukan razia dam operasi kendati Operasi Keselamatan Semeru 2018 sudah berakhir.
"Kami akan terus patroli dan melakukan tindakan bagi pengendara yang melanggar aturan," janji Pandia.
Saiful Arif, salah satu warga Surabaya asal Keputran mendukung langkah Satlantas Polrestabes Surabaya guna melakukan tidnakan bagi pelanggaran lalu lintas.
"Saya juga sering melihat pengendara senakanya melaju di jalanan, padahal tidak pakai helem. Itu kan sangat berbahaya dan jika terjadai kecelakaan pasti berakibat fatal," cetus Saiful.