Liputan Khusus

News Analysis : Atasi TKI Ilegal, Negara Harus Hadir dari Desa

Ketika TKI berangkat dari desa, sering kali temuan kami menunjukkan adanya maladministrasi.

News Analysis : Atasi TKI Ilegal, Negara Harus Hadir dari Desa
antara/rekotomo
Ilustrasi, sejumlah calon TKI penata laksana rumah tangga (PLRT) membentangkan poster saat berunjuk rasa mengenai rencana penghentian pengiriman TKI ke luar negeri pada 2017. 

News Analysis
Bambang Teguh Karyanto
Projects Officer Migrant Care Jember

SURYA.co.id - Hasil survei maupun riset Migrant Care menunjukkan motif migrasi selalu ekonomi.

Kalau melihat presentase, mayoritas juga perempuan antara 70 persen-80 persen.

Ketika TKI berangkat dari desa, sering kali temuan kami menunjukkan adanya maladministrasi. Misalnya, pemalsuan data kependudukan.

Kalau saya bilang, mata rantai migrasi sebagai mafia, itu mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut.

Sebelum berangkat, calon TKI selalu mendapat informasi dari calo.

Ketika proses administrasi, mereka juga mengandalkan calo.

Ketika mereka berangkat pun tidak mendapat informasi utuh tentang mekanisme kerja di negara tujuan.

Ketika proses keberangkatan sudah salah, pada akhirnya bisa terjadi kasus seperti yang menimpa Muchammad Zaini, TKI asal Bangkalan yang baru saja dieksekusi mati di Arab Saudi.

Kasus serupa bisa menimpa kepada siapa saja.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved