Surya/

Liputan Khusus

Keluarga TKI Korban Pancung Trauma, Emoh Tawaran Kerja di Arab Saudi

Trauma ini juga mendera keluarga TKI lainnya yang menerima hukuman serupa di luar negeri.

Keluarga TKI Korban Pancung Trauma, Emoh Tawaran Kerja di Arab Saudi
daily mail
Siti Zainab (44), warga Desa Mertajasah, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan, yang dihukum pancung di Arab Saudi. 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Kematian Muchammad Zaini Misrin, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura yang dihukum pancung di Arab Saudi beberapa waktu lalu, meninggalkan trauma bagi keluarganya.

Trauma ini juga mendera keluarga TKI lainnya yang menerima hukuman serupa di luar negeri.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Provinsi Jawa Timur, sedikitnya ada 14 TKI asal Jatim yang berkerja di Arab Saudi menunggu eksekusi hukuman mati.

Para pahlawan devisa itu terjerat berbagai persoalan hukum selama bekerja di Arab Saudi.

Sebelumnya, eksekusi hukuman pancung juga menimpa Siti Zainab, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Mertajasah, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan.

Hukuman mati itu hingga kini masih menyisakan duka mendalam bagi keluarganya.

Seperti almarhum M Zaini, sosok Zainab juga dianggap sebagai pahlawan keluarga.

Mereka bekerja di luar negeri memang untuk menghidupi keluarganya.

Namun, pada pertengahan April 2015 Siti Zainab menerima eksekusi hukuman pancung karena dituduh membunuh majikannya.

“Waktu itu mamak sempat cerita di telpon kalau mamak tidak pernah melakukan pembunuhan,” kata Moh Syaifuidin, anak pertama Siti Zainab, pekan lalu.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help