Berita Ekonomi Bisnis

Suku Bunga Rendah KPR masih Jadi Daya Tarik Konsumen

Pasar properti untuk segmen hunian rumah tapak, sekitar 60 persen membeli dengan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Suku Bunga Rendah KPR masih Jadi Daya Tarik Konsumen
surya/sugiharto
GM Citra garden, Vika Yustiarani (kiri) menjelaskan kluster baru Citra Garden di depan rumah contoh, Jumat (23/3/2018). Pada tahun polkitik ini sejumlah developer tetap optimis bisa mencapai targetnya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Secara nasional pasar properti untuk segmen hunian rumah tapak, sekitar 60 persen membeli dengan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Sehingga penjualan produk dengan suku bunga KPR yang rendah masih menjadi daya tarik konsumen yang dominan.

Agung Krisprimandoyo, Direktur Citra Garden Sidoarjo, mengatakan trend itu merupakan pasar secara umum.

"Dua lainnya dengan sistim beli tunai dan on house atau cicilan langsung melalui pengembang," jelasnya, Jumat (23/3/2018).

Hal itulah yang membuat pengembang ada yang memberikan subsidi bunga KPR kepada konsumen. Seperti Citra Garden yang memberikan subsidi bunga KPR 2 persen, bagi konsumen yang melakukan pembelian secara KPR.

"Misalnya KPR melalui Bank Mandiri atau Bank BCA, suku bunganya mengikuti bank, kemudian kami tambah 2 persen," jelas Vica Yustisiana, General Manager Citra Garden, saat mendampingi Agung.

Subsidi suku bunga KPR itu salah satunya berhasil membuat konsumen bisa mendapatkan suku bunga KPR hanya dikisaran 3,55 persen dengan salah satu bank.

Sementara bagi Citra Garden, saat ini menyiapkan produk di cluster The Orchad. Saat ini, cluster dengan jumlah 130 unit ukuran lahan 91 meter persegi itu, telah terjual sekitar 70 persen.

"Selain The Orchad, kami juga perluasan cluster yang sebelumnya ada dan banyak peminat, kami siapkan bertahap hingga 100 unit dengan harga mulai Rp 700 jutaan," ubgkap Vica.

Di tahun 2018 ini, Agung dan Vica menyatakan optimis Citra Garden mampu memberikan produk hunian rumah tapak seperti kebutuhan pasar di Sidoarjo. Baik itu konsumen yang end user maupun investor.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help