Advertorial

Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Bersiap Hadapi Penyelenggaraan UN dan USBN 2018

Dalam membuat soal USBN, MGMP harus melalui tahap verifikasi agar memenuhi standar nasional oleh Puspendik.

Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Bersiap Hadapi Penyelenggaraan UN dan USBN 2018
surya/istimewa
Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang melaksanakan Simulasi UNBK beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Seiring dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2018 untuk jenjang SMP dan SD sudah semakin dekat, membuat Dinas Pendidikan Kabupaten bersiap dalam menyelenggarakan UN dan USBN kali ini.

Terdapat prosedur-prosedur yang disiapkan demi suksesnya penyelenggaraan UN dan USBN kali ini.

Ditemui di ruangannya, Rabu (21/3/2018), Gunardi selaku Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang menjelaskan, pihaknya sudah melakukan input data kepada semua peserta UN dan USBN, selanjutnya menjadi DNS atau Data Nominasi Sementara.

Selanjutnya diajukan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, setelah semua syarat terpenuhi, DNT atau Daftar Nominasi Tetap bisa diterbitkan

"Setelah kita input, kita rekap selanjutnya jadi DNS atau data nominasi sementara kemudian kita serahkan ke Provinsi diverifikasi kemudian kalau ada kesalahan ya dikembalikan ke sekolah dikoreksi, dilakukan edit kesalahannya apa, kalau sudah beres semuanya baru turun yang dinamakan dengan DNT atau daftar nominasi tetap"

Untuk materi soal, Gunardi menuturkan antara UN dan USBN terdapat perbedaan dalam komposisi pembuat soal. UN sepenuhnya diserahkan Dinas Pendidikan Pusat, sedangkan USBN 25 persen dibuat Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) dan 75 persen dibuat Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

USBN memiliki standarisasi nasional, maka dari itu secara kualitas menjadi kewenangan Puspendik.

"Antara UN sama USBN itu beda ya, UN yang buat Pusat namun USBN itu dibuat 25 persen Puspendik sisanya 75 persen MGMP, USBN kewenangannya Puspendik jadi ujian sekolah ini standarnya nasional, mereka yang nilai" terang Gunardi.

Gunardi menambahkan, dalam membuat soal USBN, MGMP harus melalui tahap verifikasi agar memenuhi standar nasional oleh Puspendik.

"Ya membuat soal MGMP harus melalui tahap verifikasi agar dapat memenuhi standar nasional Puspendik" tambahnya.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help