Tulis Anak Muda Kreatif di Banyuwangi, Harian Surya Juara Nasional Anugerah Jurnalistik Telkomsel

Artikel reporter Surya, Haorrahman Dwi S, dengan judul Anak-Anak Muda Hebat yang Berkarya di Pelosok Desa, meraih juara nasional karya tulis.

Tulis Anak Muda Kreatif di Banyuwangi, Harian Surya Juara Nasional Anugerah Jurnalistik Telkomsel
surya/haorrahman
Surya juara nasional anugerah jurnalistik T elkomsel 

SURYA.co.id | MAKASSAR - Harian Surya meraih juara nasional Anugerah Jurnalistik Telkomsel, dengan tema Membuka Jaringan Telkomsel Hingga Pelosok, Membuka Gerbang Digital ke Seluruh Masyarakat Indonesia.

"Lomba jurnalistik dibagi dua, yakni tingkat nasional dan area. Harian Surya meraih juara nasional," kata Andik Setiawan, Corporate Communications, Telkomsel Jawa Bali, saat pemberian penghargaan di Press Gathering, Harmony Between Us, Makassar, Rabu (21/3) malam.

Artikel reporter Surya, Haorrahman Dwi S, dengan judul Anak-Anak Muda Hebat yang Berkarya di Pelosok Desa, meraih juara nasional karya tulis.

Artikel ini menceritakan kisah anak-anak muda Banyuwangi yang berprestasi, namun memilih untuk berkarya di kampung halamannya yang jauh dari kota.

Padahal dengan prestasi-prestasi mereka, telah banyak mendapat tawaran bekerja di perusahaan-perusahaan besar.

Seperti Vicky Hendri Kurniawan, pendiri Banyucindih Creative, yang bergerak di bidang video kreatif. Vicky memilih untuk tetap berkarya di Dusun Banyucindih, Desa Segobang, Licin, yang terletak di kaki Gunung Ijen.

Karya film dokumenter garapan Vicky berjudul Tumiran meraih Piala Ki Dewantara di Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2015, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bahkan film yang menceritakan lelaki keturunan ritual Kebo-keboan di Desa Aliyan itu, sempat diputar di Pameran ISI di Malaysia (2014), serta di Indo Film Cafe Belanda (2015), dan di Frankfurt Book Fair (2015).

Selain Vicky, di kaki Gunung Raung, terdapat dua kakak beradik yang hijrah dari kemapaman kota, dan memilih untuk bekerja dan membangun desanya.

Mereka adalah Agus Riyanto dan Anang Setiawan, asal Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

Kakak beradik yang hanya beda usia dua tahun itu, membentuk komunitas ekonomi lokal jaringan lele booster, yang anggotanya dari pemuda-pemuda desa, padahal dua pemuda ini sebelumnya telah sukses di Surabaya.

Haorrahman juga meraih Best Writing, Telkomsel Area Jawa Bali Awards 2018, bersama fotografer Surya yang meraih juara harapan jurnalistik fotografi.

Vice President Business Support Area Jawa Bali, Franky D Pandensolang, mengatakan tema Harmony Between Us, diambil agar Telkomsel dan media diharapkan terus bersinergi.

"Telkomsel memiliki banyak program terutama membuka jaringan hingga ke pelosok-pelosok, sehingga media memiliki peran yang besar dalam menginformasikan pada publik," kata Franky. 

Penulis: Haorrahman
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved